133 Pelajar Ikut Seleksi Beasiswa Kedokteran

 Kapuas Hulu

Salah satu dari ratusan pelajar yang mendaftar untuk mengikuti seleksi beasiswa kedokteran yang dibuka di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak

 

Kapuas Hulu,KRP.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu bakal memberikan beasiswa bagi lima pelajar untuk menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Sebayak 113 orang pelajar akan mengikuti seleksi tahap pertama demi mendapatkan beasiswa tersebut.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kapuas Hulu, Iwan Setiawan, mengatakan, 113 orang pelajar yang akan ikut tes beasiswa kedokteran tersebut berasal dari 25 sekolah se-Kabupaten Kapuas Hulu. Jika dirincikan, dijabarkan dia bahwa mereka terdiri dari SMA negeri sebanyak 19 sekolah, SMA swasta (2 sekolah), Madrasah Aliyah (MA) negeri (2 sekolah), dan MA swasta, dua sekolah. 

“(Sebanyak) 113 orang yang dipilih untuk seleksi kedokteran ini ada anak-anak yang masuk ranking 10 besar di sekolahnya,” ungkap Iwan, Senin (2/4) di Putussibau. Pelajar yang masuk 10 besar, disebutkan dia, ada lima orang yang diambil untuk tes beasiswa kedokteran. Pemkab, diungkapkan dia, sengaja mematok pelajar yang masuk ranking 10 besar, demi mencukupi lima orang perwakilan dari masing-masing sekolah. “Kalau dipatok hanya peringkat lima besar yang diambil, takutnya ada yang mengundurkan diri. Kita juga ingin kesempatan ini bisa diambil anak-anak yang berprestasi lainnya,” tegas pria yang pernah menjabat camat ini.

Tes tahap I akan diadakan mereka hari ini (3/4) selama satu hari. Setelah tes, mereka langsung mengumumkan 10 besar yang akan mengikuti tes tahap II di Fakultas Kedokteran Untan Pontianak. Tim penilai tes tahap I dipastikan dia langsung dari Fakultas Kedokteran Untan. “Mereka yang 10 besar ini akan tes lagi tahap II di Untan. Tes II itu dijadwalkan tanggal 30 April sampai 3 Mei. Dari 10 besar diambil lima besar untuk dibiayai Pemda Kapuas Hulu,” papar Iwan.

Dalam seleksi beasiswa kedokteran, tentu, diakui dia, tidak semua bisa diakomodir. Sebab itu, Iwan, mengimbau kepada yang gagal mendapatkan beasiswa agar tidak berkecil hati dan patah semangat. “Bagi yang akan ikut tes harus ikut dengan sugguh-sungguh dan bagi yang gagal jangan berkecil hati, kan bisa ikut tes di tempat lain,” terangnya. 

Iwan mengulas, sebelumnya beasiswa kedokteran hanya diberikan pada tiga pelajar terpilih, di mana untuk yang satu ini ada MoU Pemkab dengan Untan. Berikutnya, dia menambahkan, ada addendum atau penambahan materi MoU, di mana ditambah lagi pelajar yang dibeasiswakan, dari tiga menjadi lima. “Untuk beasiswa kedokteran di tahun ini, Pemkab Kapuas Hulu menyediakan anggaran Rp1,7 miliar untuk 7 tahun masa pendidikan. Dana ini untuk biaya perkuliahan, praktikum, pembelian buku wajib mata kuliah, koas. Untuk makan dan kos atau ngontrak itu masing-masing pelajar tanggung,” terangnya. 

Bagi yang sudah mendapat beasiswa nantinya, Iwan berpesan agar jangan sampai main-main pada masa perkuliahan. Sebab, diingatkan dia, kalau yang bersangkutan gagal, maka risikonya harus mengembalikan lagi uang negara yang telah terpakai dalam masa pendidikannya di Fakultas Kedokteran Untan. “Kalau sudah selesai dan jadi dokter, mereka juga harus mengabdi di Kapuas Hulu selama 15 tahun,” tegas Iwan.

Dari beasiswa kedokteran yang diprogramkan Pemkab, Iwan menilai jika upaya itu cukup menutup sumber daya manusia, khususnya kedokteran di kawasan pedalaman. Baru-baru ini, dia menambahkan, dokter yang sudah selesai pendidikan dari beasiswa Pemda, langsung mengisi puskesmas di Puring Kencana. “Dalam hal bidang kesehatan, Bupati sangat memberi perhatian. Khususnya ketersediaan dokter, maka Beliau menambahkan dari tiga pelajar di tahun 2016 menjadi lima orang  yang disekolahkan Pemda di tahun 2017 dan berlanjut sampai sekarang,” tuntasnya. (alif)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply