30 Berkas Perkara Jadi Abu

 Kapuas Hulu

Pemusnahan barang bukti perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Putussibau di halaman Kantor Kejari Kapuas Hulu, Rabu (6/3)

 

Kapuas Hulu,KRP – Setelah mempunyai kekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Putussibau, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu memusnahkan sejumlah barang bukti. Barang bukti (BB) tersebut merupakan perkara tindak pidana yang telah putus akhir tahun 2017 dan awal 2018, dengan jumlah 30 perkara. 

Pemusnahan berlangsung di halaman Kantor Kejari, Rabu (6/3), dengan disaksikan Asisten Pemerintahan Setda Kapuas Hulu Frans Leonardus, Danramil Kota Putussibau Eriyadi Esnurdin, Kabag Ops Polres Kapuas Hulu Kompol Joko Sarwono, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu Ade Hermanto, Ketua PN Putussibau Saputro Handoyo, beserta pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Kejari (Kajari) Kapuas Hulu Rudy Hartono, menyampaikan, barang bukti yang dimusnahkan itu sudah berkekuatan hukum tetap, berdasarkan putusan PN Putussibau.

“Sehingga bisa dilakukan pemusnahan hari ini (kemarin, Red). Termasuk di sini, BB narkotika. BB narkotika harus segera dimusnahkan, perkaranya memang mendominasi, berkisar 60 – 70 persen setiap bulan dalam penyalahgunaan narkotika,” terang Kajari.

Rudi merinci, beberapa perkara yang dimusnahkan seperti tindak pidana kepabeanan, yakni Undang-Undang Darurat, kemudian perkara pidana penyelundupan gula, serta BB perakara kriminal lainnya.

 “Undang-Undang Darurat ada peluru bomen. Teknis pemusnahan dilakukan oleh pihak Kodim, kemudian beberapa kwintal gula akan kita tanam di lahan,” papar Rudy.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan Setda Kapuas Hulu Frans Leonardus, mengapresiasi atas pemusnahan barang bukti yang dilakukan pihak Kejari. Artinya kata Frans, penegakan hukum terhadap berbagai kasus tindak pidana semakin baik.

“Pemda sangat konsisten mendukung penanganan hukum terhadap tindak kejahatan yang terjadi di Kapuas Hulu,” tegas Frans. Berdasarkan perkara yang dimusnahkan, diakui Frans jika perkara narkoba cukup mendominasi. Untuk yang satu ini, menurut dia, perlu menjadi atensi bersama antara aparat pemerintah, penegak hukum, dan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kasus narkoba mendominasi itu yang menjadi tugas bersama untuk kita berantas peredaran narkoba. Karena Kapuas Hulu ini merupakan pintu masuk dari negara luar, akses ke Kapuas Hulu sudah terbuka,” pungkas Frans. (alif)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply