Kasasi Ditolak, Chong Tetap Dihukum Mati

 Kapuas Hulu

Ilustrasi hukuman Mati

 

Kapuas Hulu,KRP.com-Ketua Pengadilan Negeri Putussibau, Saputro Handoyo mengatakan, proses hukum Chong Chee Kok tersangka narkoba, sudah keluar amar putusan dari Mahkamah Agung. 

“Salinannya sudah kami terima minggu lalu. Hal ini sudah disampaikan kepada para pihak, JPU, terdakwa dan kuasa hukumnya,” kata Saputro, Rabu (25/4).

Isi keputusan MA itu Majelis Kasasi menolak usulan terdakwa dan JPU. Sehingga kembali keputusan awal dari Pengadilan Negeri Putussibau yang juga sudah dikuatkan dengan putusan banding. 

“Ini keputusan dari PN Putussibau dan PT Pontianak tetap hukuman mati pada Chong Chee Kok,” ujarnya.

Akan tetapi masih juga menunggu proses hukum selanjutnya dari terdakwa. Apakah yang bersangkutan menempuh upaya hukum luar biasa yaitu Peninjauan Kembali (PK). 

PK ada batas waktu, jika alasannya kehilafan maka jatah waktunya 180 hari setelah terdakwa menerima amar putusan dari MA. Apabila melalui Novum (penemuan bukti baru yang dapat mempengaruhi proses hukum sebelumnya) itu terhitung dari penemuan barang bukti terkait.

“Atau bisa juga yang bersangkutan (terdakwa) mengajukan grasi diluar proses hukum. Karena grasi ini lebih ke sisi kemanusiaan yang diberikan oleh Presiden,”tambahnya.Tekait proses hukum Ini, Chong Chee Kok sudah tertahan di rutan Pontianak lebih dari lima bulan.

Seperti diketahui, Chong Chee Kok, warga Pulau Pinang, Malaysia itu ditahan oleh petugas Bea Cukai Badau dan Satgas Pamtas Yonif Para Raide 502/ Ujwala Yhuda devisi 2 Kostrad dan di backup oleh jajaran Polsek Badau. Saat itu terdakwa dicurigai membawa narkoba saat melintas di PPLB Badau menggunanan mobil protonsatria warnabiru bernomor polisi WEM 6119 tanggal 30 November 2016. 

Hasil pemeriksaan petugas, Chong benar membawa narkoba jenis sabu seberat 31,6 kg lebih. Berikut 1.988 butir pil ekstasi. Namun usaha Chong yang hendak menyelundupkan barang haram itu berhasil digagalkan petugas gabungan di perbatasan Indonesia–Malaysia. Kini Chong pasrah atas semua tuntututan dari hakim. Meskipun dia mengaku barang yang ia bawa milik temanya. Pada peradilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Putussibau divonis pidana mati dan kemudian dikuatkan pada peradilan di tingkat banding.(alif)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan