Korban Banjir Tunggu Bantuan

 Kapuas Hulu

Suasana banjir di salah satu wilayah kabupaten Kapuas Hulu.

Kapuas Hulu,KRP.Com-Hingga hari ini masyarakat korban banjir masih menunggu bantuan pemerintah. Namun sayangnya hingga hari ini bantuan yang diharapkan oleh mereka tak kunjung tiba. Padahal dari Bulog Putussibau sudah siap untuk menyalurkan bantuan beras sebanyak 100 ton. Terbenturnya aturan di pemerintah ini yang membuat pemerintah agak lamban menyalurkan bantuan yang sudah disiapkan. 

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu hingga hari ini belum menetapkan status bencana terhadap musibah banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu dibeberapa wilayah di Kapuas Hulu. 

Belum adanya penetapan status bencana ini pun membuat bantuan beras yang ada di Bulog Putussibau belum bisa disalurkan. Sementara korban bencana sudah sangat mengharapkan bantuan tersebut. 

“Setiap kali ada bencana, kita lihat dulu statusnya seperti apa. Setelah statusnya ditentukan, barulah kita bisa merealisasikan bantuan yang ada,” kata Antonius L Ain Pamero Wakil Bupati Kapuas Hulu, Rabu (6/6). 

Wabup mengatakan, jika bencana yang ada ini statusnya tidak ditetapkan, maka pertanggungjawaban uang negara ini menjadi salah. 

Sementara itu Halfid Handi Agus Kepala Bulog Putussibau mengungkapkan, pihaknya sendiri sebenarnya sudah siap untuk menyalurkan bantuan beras ini, namun pihaknya harus berkoordinas terlebih dahulu dengan pemerintah setempat.”Kami sudah berkoordinasi dengan pemeintah setempat. Tinggal menunggu dari pemrintah saja kapan bantuan ini akan disalurkan,” katanya.  

Menurut Agus, untuk bantuan korban bencana bagi setiap daerah Kabupaten memang sudah dialokasikan berasnya sebanyak 100 Ton. Namun jika stok yang sudah disediakan ini kurang, pemerintah setempat bisa meminta lagi bantuan tersebut ke pemerintah provinsi. 

“Untuk sementara kami belum mengetahui berapa banyak warga yang berhak menadapat bantuan beras ini,” tuturnya. 

Sementara itu Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi sangat menyayangkan juga dari pemerintah yang agak lamban memberikan bantuan kepada korban banjir. Menurutnya aturan yang ada ini terkadang menghambat semuanya. “Namun juga pemerintah perlu mencermatinya, jika dalam bencana ini masyarakat sudah sangat membutuhkan bantuan, kenapa kita harus bertele-bertele,” ucapnya. 

Sementara dari pihaknya sendiri, Kapolres mengaku sangat siap membantu dan mengawasi penyaluran bantuan tersebut. Berapa pun tenaga yang diperlukan oleh pemerintah dalam penyaluran bantuan ini, kepolisian selalu siap, begitu juga sarana dan prasana. 

“Ya inilah aturan yang mempersulit semuanya, masyarakat yang menjadi korbannya,” ungkapnya. 

Sebelumnya sejumlah warga korban banjir di Kapuas Hulu kecewa dengan pemerintah daerah Kapuas Hulu, dimana tidak ada sama sekali memberikan bantuan sosial ke masyarakat korban banjir.

Seperti yang diungkapkan Asnan warga Boyan Tanjung ini, ia mengaku kecewa dengan pemerintah karena dianggapnya pemerintah tutup mata terhadap korban bencana banjir. Pemerintah tidak peduli kepada masyarakat korban banjir, bahkan bantuan saja tidak ada dirasakan masyarakat. 

“Besar kecil bantuan dan apapun bantuan, tidak menjadi persoalan asalkan pemerintah peduli dengan kondisi masyarakat yang terkena banjir. Ini tak ada sama sekali kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami korban banjir,” pungkasnya.(alif)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply