Lintas Selatan Putussibau – Sintang Nyaris Tenggelam

 Kapuas Hulu

Warga di Bunut Hulu, kabupaten Kapuas Hulu menggotong motor agar tak terendam air. Sejumlah ruas jalan tergenang. Aktivitas warga pun tersendat, menunggu turunnya volume air yang menenggelamkan sejumlah jalan.

Kapuas Hulu,KRP.Com-Hampir sepekan terakhir ini, sebagian besar daerah di kabupaten Kapuas Hulu diguyur hujan. Puncaknya pada Senin (28/5) subuh, beberapa daerah terendam banjir, bahkan air juga menggenang jalan nasional di Lintas Selatan Putussibau – Sintang, sehingga akses transportasi sempat terhambat. 

Demikian jugan dengan pemukiman penduduk dibantaran sungai dan daerah dataran rendah juga terendam banjir. Salah satu desa yang terparah dilanda banjir dengan ketinggian mencapai mencapai 2 meter di permukiman warga yakni desa Riam Piyang kecamatan Bunut Hulu. Kades Riam Piyang Alial mengungkapkan air di daerah mereka mulai naik sejak subuh. 

“Sekitar jam 04.00 subuh, air naik begitu cepat, sehingga barang – barang banyak tidak terselamatakan, terutama barang yang berat – berat dalam rumah,” tutur Alial, Selasa (29/5). Alial mengatakan, hampir semua rumah warga di desanya terendam air, yakni mencapai 300 rumah terendam, karena luapan air dari sungai Sebelit dan anak – anak sungai disekitar wilayah desa tersebut semakin bertambah. “Banjir kali ini memang cukup parah, hampir sama dengan tahun 2005 lalu, merendam semua permukiman warga,” ungkap Alial.

Dikatakan Alial, sejak banjir kemarin, Pemkab Kapuas Hulu melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah terjun ke lapangan membantu warga. Ia berharap masyarakat yang terkena bencana banjir itu mendapatkan bantuan, sehingga bisa meringankan beban warga.

Selain terjadi di wilayah kecamatan Bunut Hulu, banjir juga merendam kecamatan Boyan Tanjung, Silat Hulu, Mentebah, Kalis dan Putussibau Selatan beserta kecamatan lainnya. Bambang Hermansyah Warga Boyan Tanjung mengungkapkan, di jalur selatan mulai dari Putussibau hingga ke Silat Hilir perbatasan Kabupaten Sintang beberapa titik ruas jalan terendam banjir. 

“Cuma kedalamannya bervariasi,” ucap Bambang.

Sementara itu, tokoh masyarakat kecamatan Silat Hulu Yokinson mengungkapkan, akibat banjir, sebagian besar aktivitas masyarakat lumpuh total. 

“Terutama pemukiman – pemukiman yang berada di bantaran sungai dan dataran tendah,” kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah titik daerah Putussibau dan sekitarnya juga masih terendam air, seperti di kawasan Pasar Pagi kecamatan Putussibau Utara, akibat banjir, pedagang akhirnya merelokasi jualannya ke arah jalan Diponegoro. (alif)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply