Menyerah Setelah Sepekan di Hutan

 Kapuas Hulu

Kapolres Kapuas Hilu AKBP Imam Riyadi menggelar press release pengungkapan kasus pembunuhan saudara kandung dengan korban Anus.

Kapuas Hulu,KRP.Com-Akhirnya Tengku, pelaku pembunuhan terhadap Anus warga Dusun Salin, Desa Kareho, Kecamatan Putussibau Selatan menyerahkan diri kepada Polisi. Pelaku sendiri merupakan adik kandung korban, dia menyerahkan diri karena sudah tak sanggup bersembunyi didalam hutan selama seminggu. Ia menyerahkan diri didampingi keluarganya. 

Dengan menggunakan baju tahanan dan penutup kepala, Tengku mengungkapkan penyesalannya telah membunuh abang kandungnya yaitu Anus dengan menembakkan senapan lantak ke korban sehingga tewas ditempat. 

“Saya sangat nyesal atas kejadian ini, memang waktu itu sangat emosional dan masih terpengaruh dengan miras,” katanya kepada wartawan, di Polres Kapuas Hulu, Jumat (11/5).

Atas kejadian ini, tersangka mengaku pasrah dan menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian. 

“Saya sudah membunuh, maka serahkan proses hukum yang berlaku, pastinya saya pasrah mau hukum berapa,” ucapnya.

Tengku mengakui, usai ia menembak abangnya, dirinya langsung kabur ke hutan selama satu minggu. Karena ketakutan, ia menyerahkan diri ke pihak Kepolisian. “Saya memohon maaf kepada seluruh keluarga atas kejadian ini,” tuturnya. 

Sebelumnya, pelaku dengan korban terjadi cekcok mulut, sehingga berujung penembakan senapan lantak dari tangan tersangka. Akibat dari itu dada kirim korban tertembus peluru senpi tersebut, dan korban langsung meninggal ditempat.

Kejadian pembunuhan dihalaman samping SDN 20 Dusun Salin, Rt002, Desa Kareho, Kecamatan Putussibau Selatan. Dimana saat tersangka menembak korban dengan kondisi sedang terpengaruh dengan minuman keras jenis arak obat (AO). 

Sementara itu Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi saat melakukan press release pengungkapan pelaku pembunuhan yaitu Tengku terhadap korban bernama Anus yang dilakukannya Selasa (1/5) pukul 21.00 WIB lalu. “Pelaku ini terancam hukuman delapan tahun penjara,” katanya. 

Kapolres menjelaskan, pelaku adalah adik dari korban, mereka merupakan warga Dusun Salin, Desa Kareho, Kecamatan Putussibau Selatan. Sedangkan lokasi tempat kejadian yaitu, halaman samping SDN 20 Dusun Salin, Rt002, Desa Kareho Kecamatan Putussibau Selatan. 

Terjadinya pembunuhan tersebut, dikarenakan keduanya minum-minuman keras jenis arak obat (AO), sehingga terjadi cecok mulut antara pelaku dan korban, hingga berujung maut. Korban tewas akibat ditembak oleh pelaku dengan senjata api jenis senapang patah, sehingga menembus dada sebelah kiri, dan nyawa korban tak tertolong. Setelah membunuh pelaku langsung melarikan diri kehutan dan diamankan polisi tanggal 8 Mei 2018. Dimana pelaku diserahkan langsung oleh pihak keluarga ke Kepolisian.

“Ini semua akibat dari miras yang memabokan tersebut, sehingga hilang kendali dan emosi, terjadilah peristiwa pembunuhan itu,” ujarnya. Padahal kata Imam, pelaku dan korban adalah kakak beradik. Akibat dari miras tersebut, hingga membunuh. “Makanya kami (Polisi) sangat gencar melakukan operasi miras, karena banyak menimbulkan negatif,” pungkasnya.(alif)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply