Sempat Berkibar, Bendera Malaysia di Perbatasan Diturunkan

 Kapuas Hulu

Tampak bendera Sarawak, Malaysia yang terpasang di puncak susunan kayu api unggun didepan salah satu rumah warga desa Benua Martinus, kecamatan Embaloh Hulu, Jumat (29/12) lalu diturunkan dan diserahkan ke kepolisian.

 

Kapuas Hulu,KRP-Masyarakat Kapuas Hulu sempat dikejutkan dengan berkibarnya bendera Negeri Sarawak, Malaysia diwilayah perbatasan tepatnya di Desa Benua Martinus Kecamatan Embaloh Hulu, Jumat (29/12). Mendapat informasi tersebut, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi dan Dandim 1206/Psb Letkol Inf Muhammad Ibnu Subroto turun langsung untuk mengecek kebenaran tersebut.

Menjelang awal tahun 2018, pihak TNI-Polri di Kapuas Hulu dibuat sibuk dengan adanya informasi pengibaran bendera di Desa Benua Martinus Kecamatan Embaloh Hulu, Jumat (29/12). Pimpinan kedua institusi tersebut turun langsung ke lokasi.

Setelah sampai dilokasi,diketahui bahwa adanya penggunaan atribut bendera Negeri Sarawak, Malaysia yang dipakai salah seorang warga di desa Benua Martinus, kecamatan Embaloh Hulu untuk hiasan dipuncak susunan api unggun, Sabtu (30/12) sekira Pukul 16.00.

“Namun setibanya dilokasi bendera berukuran panjang sekitar dua meter dengan lebar satumeter itu sudah diturunkan.Bendera itu berkombinasi warna kuning, hitam, merah serta terdapat lambang matahari warna kuning di tengah – tengahnya,” kata AKBP Imam Riyadi Kapolres Kapuas Hulu kemarin.

Menurut Kapolres, setelah dicek, ternyata penggunaan atribut bendera tersebut bukan disengaja, namun secara kebetulan bendera yang disangka kain biasa itu untuk dipasang pada tumpukan kayu api unggun. “Bendera tersebut dari seorang nenek bernama Monika Kulam” ucapnya.

Kapolres pun mengimbau agar kasus tersebut tidak terulang lagi dan tidak dibesar-besarkan lagi, karena hal ini menyangkut soal lambang negara. “Kami anggap masalah ini sudah selesai,” tuturnya.

Sementara itu Monika Kulam pemilik bendera mengaku tidak tahu jika bendera yang dipasangnya tersebut adalah bendera Malaysia. Ia mengaku hanya melihat kain tersebut bagus dan bersih dan seketika langsung memasangnya.

“Kami tidak tahu ternyata kain itu bendera Sarawak Malaysia, karena saya temukan di tumpukan pakaian lelong,” ungkap nenek berusia 60 tahun ini.

Menurut Monik, kain yang ternyata bendera Sarawak Malaysia itu awalnya ditemukan saat membeli lelong (pakai bekas luar negeri) yang akan dijahitnya untuk dijadikan bantal.

Dikesempatan yang sama, Dandim 1206/Psb Letkol Inf. M. Ibnu Subroto, juga mengatakan bahwa melihat situasi masyarakat setempat memang tidak ada motif lain, murni ketidaktahuan bahwa kain tersebut ternyata bendera Sarawak – Malaysia.

“Jadi warna bendera Sarawak itu menyerupai umbul-umbul warga setempat, karena kebetulan didaerah tersebut ada acara nikahan,” jelasnya.

Ibnu mengatakan, Kecamatan Embaloh Hulu merupakan daerah yang berbatasan langsungdengan Malaysia.

“Jangan sampai ada ketersinggungan dari negara tetangga dan selama ini kita menjaga hubungan baik dengan negara Malaysia,” ucapnya.

Makanya Dandim mengimbau agar peristiwa tersebut jangan terulang kembali, baik itu disengaja maupun tidak.Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan aman dan kondusif, sedangkan bendera Sarawak-Malaysia itu sudah diamankan ke Mapolres Kapuas Hulu. (alif)

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply