Tim Gabungan Amankan Pelaku Ilegal Fishing

 Kapuas Hulu

Kepala Pos PSDKP Wisnu Jaya Rantaka bersama penyidik Dinas Perikanan kabupaten Kapuas Hulu menunjukan barang bukti, Senin (19/3)

 

Kapuas Hulu,KRP.com-TIM bergerak subuh hari. Ini adalah waktu yang tepat, karena para pelaku ilegal fishing itu kebanyak mulai beraksi malam hari hingga pagi. Tim penindakan tindak pidana perairan kabupaten Kapuas Hulu pun berhasil mengamankan dua pelaku penyetrum ikan diwilayah perairan sungai Kapuas kecamatan Jongkong, Sabtu (17/3).

Kepala Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Badau kabupaten Kapuas Hulu Wisnu Jaya Rantaka mengungkapkan, kejadian bermula ketika tim gabungan yang terdiri dari PSDKP, Satpol Air dan petugas dari Dinas Perikanan kabupaten Kapuas Hulu melakukan patroli rutin.

“Tim melakukan patroli pengawasan kelautan perikanan dimulai tanggal 14 Maret. Kemudian untuk tanggal 17  Maret sekitar pukul 1.00 subuh, kita melakukan patroli menuju daerah Empangau sampai Ujung Jambu kecamatan Jongkong,” ungkap Wisnu di kantor Dinas Perikanan, Senin (19/3)

Kemudian, sambung Wisnu sekira pukul 4.30, tepatnya di danau Lemadin, DAS Kapuas daerah Jongkong tim gabungan melihat satu unit kendaraan air speed boat, selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan tim menemukan 1 unit genset dan 1 buah serokan yang sudah dirangkai dan terdapat tali kawat. 

“Disitu kita temukan dua orang yang di duga pelaku penyetruman ikan dan tim langsung mengamankan mereka, berikut barang bukti lainnya menuju Dinas Perikanan Kapuas Hulu untuk proses lebih lanjut,” kata dia.

Selain itu, tim juga menyita ikan hasil tangkapan pelaku seberat 28 Kg ikan campuran dengan berbagai ukuran. Adapun barang bukti yakni 1 unit kendaraan air type fiber landas berwarna pink dan corak hijau merah, 1 unit mesin mercury 3,3 Pk warna hitam, 1 unit genset dan alat tangkap ikan lainnya.

Wisnu mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan ilegal fisihing dalam bentuk apapun, baik peracunan, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, karena akan ditindakan tegas sesuai UU yang berlaku. 

“Dan tim gabungan akan terus melakukan kegiatan operasi patroli rutin di DAS Kapuas, hal ini dilakukan untuk meminimalisir kegiatan ilegal fishing. Saya berterimakasih kepada Dinas Perikanan Kapuas Hulu yang sudah mensuport atas sarana dan prasarana dalam proses penegakan hukum tersebut.

Dikatakan Wisnu, pelaku melanggar Pasal 84  ayat (1)  jo Pasal 8 Ayat (1). Undang – Undang Republik Indonesia Nomor  45 Tahun 2009 tentang perubahan  atas Undang – Undang Republik Indonesia Nomor  31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Dikesempatan sama, petugas TPI kecamatan Jongkong Junaidi berharap melalui kejadian tersebut, agar bisa menyadarkan masyarakat untuk tidak lagi menangkap ikan menggunakan alat – alat berbahaya yang mengancam kelestarian sumber daya ikan.

“Kami ingin menjaga kelestarian ikan. Walaupun mereka untuk cari ikan konsumsi tapi pakai alat alat yang menyalahi prosedur.  Mohon kesadaran masyarakat agar jangan menyetrum lagi. Resiko nyetrum ini bisa mematikan ikan besar hingga kecil,” kata Junaidi.

Dikatakan Junaidi, dampak adanya aktivitas penyetruman tersebut juga membuat masyarakat nelayan lainnya yang menggunakan alat – alat tangkap ikan yang tepat jadi tidak mendapat hasil tangkapan memadai.

“Yang menggunakan alat tangkap benar akhirnya tidak mendapat hasil yang seimbang dengan Mereka yang menyetrum. Kita sering mengimbau bahkan sudah di pasang plang jangan melakukan penangkapan ikan yang tidak direkomendasikan,” tuturnya. 

Ditambahkan Ipda Rudi Hartono Kanit Gakkum Satpol Air Polres Kapuas Hulu ini menegaskan sangat mendukung kegiatan patroli ini yang dilakukan tim gabungan tersebut.

“Maka kita menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan ilegal fishing lagi diwilayah perairan Kapuas Hulu. Apabila melanggar akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Rudi.(alif)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply