TKA di Bunut Hulu Tinggal Dua Orang

 Kapuas Hulu

TKA Asal Tiongkok yang ada di Desa Nanga Dua Kecamatan Bunut Hulu ini tinggal menyisakan dua orang. Para TKA lainnya sudah pulang kampung, mereka akan kembali lagi setelah pembangunan infrastruktur dilokasi pertambangan selesai.

 

Kapuas Hulu,KRP.com-Beberapa hari yang lalu petugas Imigrasi Kelas III Putussibau turun langsung ke Desa Nanga Dua Kecamatan Bunut Hulu untuk mengecek kebenaran akan kedatangan 23 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok yang akan melakukan kegiatan pertambangan. 

Hasil pengawasan yang dilakukan petugas Imigrasi Kelas III Putussibau terhadap TKA di Bunut Hulu ditemukan bahwa, informasi kedatangan 23 TKA tersebut belum ada. Hanya saja ada dua TKA yang tersisa, dari 15 TKA sebelumnya. 

“TKA lainnya untuk sementara sudah pulang ke Tiongkok karena disini juga belum ada kegiatan pertambangan,” kata Angga Adwiantara Kepala Sub Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau, Senin (23/4). 

Angga menjelaskan, hingga saat ini pihak PT Borneo Mandiri Mineral memang belum mempekerjakan TKA nya karena saat ini pihak perusahaan tengah melakukan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan untuk memudahkan alat berat perusahaan masuk kelokasi pertambangan. 

“Jadi yang TKA yang ada disana itu tinggal dua orang, mereka itu pun ditugaskan untuk menjaga alat berat saja.” ucapnya. 

Lanjut Angga terkait informasi kedatangan 23 TKA baru-baru ini memang benar, hanya saja mereka itu sudah mengajukan izin tinggal atau Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) selama enam bulan. 

“Permohonan Kitasnya juga sudah kami terima dan sudah keluar Kitasnya. Jadi kemarin kami ke lokasi hanya menemukan dua TKA itu dan dua TKA itu sudah menggunakan izin tinggal terbatasnya untuk bekerja,” ungkapnya. 

Selain itu kata Angga, pihaknya juga sudah memeriksa lokasi yang ada wilayah Kapuas Hulu ini apakah ada kegiatan pertambangan atau tidak. Hasil pemeriksaan pun ditemukan bahwa hanya ada PT Borneo Mandiri Mineral saja yang mempekerjakan TKA. 

“Seperti di Bukit Podi itu juga tidak ada kegiatan pertambangannya,” ucapnya. 

Angga mengharapkan kepada masyarakat ikut mengawasi orang asing yang ada di Kapuas Hulu. Bukan hanya orang asing yang ada di bidang pertambangan, namun seluruh WNA yang masuk ke Bumi Uncak Kapuas. “Jika ada yang tidak sesuai orang asing ini masuk ke Kapuas Hulu bisa dilapirkan kepada kami,” ucapnya. 

Sementara itu Abdul Karim Plt Kadis Tenaga Kerja Industri dan Transmigrasi mengatakan,dirinya baru mendapatkan laporan bahwa terkait akan kedatangan 23 TKA asal Tiongkok ke Desa Nanga Dua tersebut ternyata benar. 

“Mereka itu sebenarnya itu sudah masuk dari tahun 2017 izinnya itu dan berakhir pada bulan empat 2018 ini,” ujarnya. 

Karim mengungkapkan dirinya juga sangat kecewa dengan perusahaan tambang tersebut karena tidak pernah menyampaikan surat untuk memasukan orang asing ke Kapuas Hulu baik itu ke Bupati langsung maupun ke kantor dinasnya. “Perusahaan trsebut hanya menyampaikan ke Imigrasi saja akan mendatangkan TKA kembali. Seharusnya dari perusahaan itu menyampaikan surat juga ke Bupati, begitu jga kepada kami, minimal surat tembusan,” ungkapnya. 

Dari informasi yang diterima kata Karim, dari 23 TKA yang sudah masuk itu, kini mereka sudah pulang ke Tiongkok dan tinggal menyisakan dua orang. “Mereka berdua itu untuk mengamankan alat berat yang ada,” ucapnya. 

Sambung Karim, dirinya juga belum mengetahui apakah perusahaan tambang tersebut sudah mengurus Izin Menggunakan Tenaga Asing (IMTA) sebelum mendatangkan para TKA tersebut. 

“Kami belum tahu juga, karena saat petugas kami kelokasi yang ditangya tersebut hanya juru bicara perusahaan,” pungkasnya.(alif)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan