WN Tiongkok Garap Tambang di Kapuas Hulu

 Kapuas Hulu

Petugas Imigrasi Putussibau saat melakukan pemeriksaan terhadap orang asing beberapa waktu yang lalu.

 

Kapuas Hulu,KRP.com-Masyarakat Kapuas Hulu  meminta pengetatan dan pengawasan secara konkret Warga Negara Asing (WNA)  yang masuk ke Kapuas Hulu. Hal itu menjadi bagian dari upaya dalam menciptakan keamanan. 

Setiap daerah di Indonesia mulai kedatangan Warga Negara Asing (WNA) baik itu hanya tujuan wisata maupun dengan tujuan bekerja. Begitu juga dengan Kabupaten Kapuas Hulu. Baru-baru ini, Bumi Uncak Kapuas sudah kedatangan beberapa warga negara asal Tiongkok untuk bekerja tambang emas di daerah Bunut Hulu. 

Kedatangan mereka ini pun wajib bagi pemerintah maupun masyarakat Kapuas Hulu untuk melakukan pengawasan terhadap apa yang mereka lakukan di wilayah Bumi Uncak Kapuas. 

Seperti yang diungkapkan Rudi warga Putussibau, ia mengatakan, perketatan terhadap WNA tersebut menjadi solusi dalam menjaga kondisi masyarakat agar tetap aman dan nyaman. Sebab, keberadaan WNA dapat memberi dampak positif maupun negatif. 

Terlebih, dalam menghadapi persaingan pasar bebas Asean keberadaan orang asing dapat memberi kesan yang kurang baik. 

Kondisi memperketat sebuah negara juga dilakukan oleh negara lain ketika masyarakat Indonesia melakukan kunjungan ke negara lain. 

“Kita harus memantau setiap pergerakan orang asing yang masuk didaerah kita. Terlebih jika kita masuk ke negara lain, kita akan diawasi dan dimintai keterangan secara detil. Karena negara-negara tersebut ingin menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan,” katanya. 

Ia meminta kantor Imigrasi bersama instansi terkait untuk mengawasi  warga asing yang tinggal dan berdomisili diapartemen, ruko hingga daerah daerah perumahan pemukiman penduduk. Masyarakat bisa membantu pemerintah dalam memantau dengan serius setiap warga asing sehingga jumlah mereka tidak menjamur tinggal di Indonesia. 

“Begitu juga dengan masyarakat sekitar, harus juga ikut mengawasi keberadaan orang asing,”  tuturnya. 

Sementara itu Dios Dani Kepala Imigrasi Putussibau mengatakan, selama Januari hingga Maret 2018, wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat kedatangan 2.008 orang warga negara asing baik yang pemegang paspor mau pun pemegang Kartu Pos Lintas Batas (PLB).

“Semua warga asing itu kita awasi, baik aktivitasnya mau pun tujuannya,” ucapnya Dios mengungkapkan, dari 2.008 warga asing tersebut terdiri data pada bulan Januari sebanyak 668 orang warga asing, Februari sebanyak 675 dan pada Maret sebanyak 665 orang warga negara asing.

Ia mengatakan untuk mengawasi orang asing di wilayah Kapuas Hulu merupakan tanggungjawab bersama perlu peranan semua pihak termasuk lapisan masyarakat.

“Tentu kami akan perketat pengawasan untuk orang asing tersebut, namun kami perlu dukungan semua pihak dengan luasnya Kapuas Hulu itu kami tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya. 

Terkait keberadaan jalan-jalan tidak resmi di perbatasan Indonesia-Malaysia, kata Dios, pihaknya selalu koordinasi dengan pihak Pamtas dari TNI. Dirinya komitmen akan menindak tegas apabila ada orang asing melanggar aturan sesuai undang-undang.(alif)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan