Jalan Antardesa Belum Dikeraskan

 Melawi

Jalan Desa Balai Agas, Kecamatan Belimbing, kabupaten Melawi rusak

 

Melawi,KRP.com-Jalan antardesa di Kabupaten Melawi belum tertata secara layak karena belum ada pengerasan. Pada musim hujan jalan antardesa berlumpur dan sulit untuk dilewati kendaraan. Sebaliknya pada musim kemaru jalan antardesa berdebu. Sehingga aktivitas masyarakat ditingkat desa menjadi terhambat.

“Rata-rata jalan antardesa masih banyak menggunakan tanah kuning. Ini karena kurangnya anggaran dan perhatian dari pemerintah terkait,” ucap Ahmad, warga Desa Balai Agas, Kecamatan Belimbing, Kamis (29/3).

Dia mengatakan bantuan perbaikan jalan desa sangat minim direalisasikan ditingkat daerah. Adapun bantuan fisik perbaikan jalan banyak bersumber dari dana desa pemerintah pusat kepada masyarakat desa.

Ia melanjutkan apalagi anggaran pendapatan belanja daerah masih terbatas. Sehingga tidak akan cukup untuk membangun jalan antardesa. Dikarenakan cakupan wilayah kabupaten sangat luas dilingkungan pemerintah daerah..

“Selama ini pembangunan jalan desa belum terealisasikan dengan baik. Tapi pembangunan ibukota kabupaten sudah berkembang. Hanya saja pembangunan ditingkat desa juga perlu diperhatikan,” harap Ahmad menunjukan kondisi jalan desa menuju Ibukota Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Melawi Malin menanggapi perbaikan jalan rusak antardesa diakuinya sangat diperlukan. Hanya saja pemerintah mengalami keterbatasan anggaran ditingkat daerah Kabupaten Melawi.

“Anggaran daerah kita masih sangat terbatas. Jadi pembanguan jalan desa hanya bisa dilakukan secara bertahap. Jika jalan desa itu rusak parah, itu bisa menjadi prioritas pembangunan,” harapnya belum lama ini.

Dia menyatakan mengantisipasi kerusakan jalan antardesa. Diharapkan angkutan kendaraan tidak membawa muatan melebihi kapasitas. Supaya kerusakan jalan tidak semakin bertambah dilingkungan masyarakat sekitarnya.

Ia mengharapkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat juga diperlukan. Seperti memperbaiki jalan antardesa, apalagi kawasan desa tertinggal dan terlaur dari pusat ibukota pemerintahan kabupaten.

“Kita minta kepedulian pemerintah pusat memperhatikan desa tertinggal. Supaya perbaikan jalan antarpedesaan dapat dilakukan. Begitu juga dengan keberadaan perusahaan swasta. Kita minta dapat membantu kesulitan masyarakat dilingkungan sekitarnya,” tukas Malin. (Sirait)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply