Kasus yang Melibatkan Anak-anak Di Sintang Dan Melawi Didominasi Kasus Cabul

 Melawi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Hingga akhir 2017 untuk kabupaten Sintang dan Melawi tercatat 17 perkara kasus kejahatan dengan pelaku anak-anak. Bahkan menurut Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sintang, Budi Susilo korban kejahatan yang melibatkan anak-anak mencapai 30 kasus.

“2017 anak sebagai pelaku itu 17 perkara tapi kalau anak jadi korban kejahatan khususnya cabul, ada 30 perkara ini di polres Melawi dan Sintang. 2018 sebagai pelaku baru 6 orang, anak sebagai korban 7 korban, semuanya setubuh dan cabul,” ujarnya, Selasa (27/2/2018).

Untuk penanganan kasusnya diakuinya memang harus melalui beberapa tahapan, bahkan untuk hukumannya juga berbeda dengan kasus orang dewasa.

“Kalau prosesnya dilihat dulu kualifikasi dengan pelaku anak ini, biasanya di diversi dulu sesuai aturan peradilan anak. Biasanya yang berat itu cabul dan persetubuhan kalau pencurian biasanya diversi kalau tidak bisa tuntutannya juga tak seberat cabul,” katanya.

Untuk hukumannya menurut dia bisa saja lebih dari lima tahun tetapi juga bisa kurang dari lima tahun .

“Kasus persetubuh kalau dewasa minimal 5 tahun kalau anak-anak tidak ada minimal bisa di bawah lima tahun. Tergantung juga jaksanya bisa tahunan bahkan bisa hanya hitungan bulan juga,” katanya.

Belum lagi menurutnya adanya kearifan lokal yang mempengaruhi hukuman bagi anak di bawah umur ini. “Disini jugakan ada yang namanya penyelesaian secara adat, kalau memang sudah selesai di adat maka tidak di lanjutkan,” tutupnya.

Author: 

Related Posts

Leave a Reply