Keluhkan Pasar Tradisional

 Melawi

Bangunan pasar tradisional belum dimanfaatkan secara layak

 

Melawi,KRP-Sejak tujuh tahun terakhir pasar tradisional di Desa Paal, daerah Kabupaten Melawi terlantar. Aset milik negara ini mangkrak hingga sekarang. Tidak ada aktivitas jual-beli layaknya pasar. Sehingga bangunan itu tampak kumuh, tanpa dikelola secara layak.

“Kami perihatin dengan kondisi pasar tradisional milik negara yang tak difungsikan. Ini sangat merugikan masyarakat dan negara,” ucap Rusli, warga Desa Paal Rusli, Selasa (6/3). Dia mengatakan pihaknya sudah pernah membahas terkait permasalahan pasar tradisional tersebut. Tapi dari pihak pemerintah daerah terkait tidak menanggapi permasalahan tersebut.

Ia menuturkan dengan kondisi adanya pembiaran aset negara terlantar. Selayaknya pemerintah pusat dapat mengevaluasi terkait kinerja dari pemerintah daerah. Supaya pembangunan ditengah masyarakat dapat berjalan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami minta pemerintah pusat khususnya dapat mengevaluasi kembali tentang keperuntukan pasar tradisional yang tak difungsikan di Desa Paal. Supaya tingkat pembangunan daerah kedepan semakin lebih baik dan dapat terawasi sebagaimana mestinya,” harap Rusli.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Melawi Mulyadi meminta pembangunan pasar tradisional yang berada di Desa Paal selayaknya dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat daerah.

“Sudah lama bangunan pasar tradisional itu berdiri. Tapi belum juga dimanfaatkan secara layak. Seharusnya dari dinas terkait bisa mengevaluasi kembali pembangunan pasar itu agar dapat dikelola secara layak,” terangnya kepada media ini.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Melawi Alexander saat dikonfirmasi belum dapat dihubungi. Terutama terkait pemanfaat pasar tradisional di Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh. Namun beberapa pekan terakhir pihaknya pernah berjanji akan mengelola kembali pasar tradisional terbengkalai tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan belum ada tindaklanjut dari pemerintah daerah terkait. (Sirait)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply