Listrik Padam, Jadi Kendala Pelaksanaan UNBK di Melawi

 Melawi

Wakil Bupati Dadi Sunarya UY bersama rombongaan saat meninjau pelaksanaan UAN di SMP Setya Budi Nanga Pinoh.

 

Melawi,KRP.com-Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya UY, didampingi Kepala Disdikbud, H. Joko Wahyono dan Asisten II Setda Melawi, Priscilla, meninjau pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) hari pertama di sejumlah SMP Sederajat di Kota Nanga Pinoh, Melawi, Senin (23/4).

 Disela-sela peninjauan itu, kepada sejumlah media, Wakil Bupati Dadi Sunarya UY, menyampaikan dari pengamatan dan hasil laporan sekolah yang ditinjau, pelaksanaan UAN pada umumnya berjalan lancar dan baik.

 Namun secara teknis kata Dadi ada sedikit hambatan di SMPN 1 Nanga Pinoh yang menggunakan sistem UNBK terkait padamnya aliran listrik saat pelaksanaan ujian tersebut. Padahal lanjut Dadi, dari Disdikbud Melawi sudah menyurati pihak PLN Nanga Pinoh, agar selama 4 hari pelaksanaan ujian listrik tidak padam.

Menurut Dadi, kendala padamnya aliran listrik saat pelaksanaan UNBK ini akan menjadi catatan pihaknya kedepan dan akan dirapatkan di internal Pemkab Melawi serta dilaporkan ke DPRD Melawi bagian komisi yang membidangi pendidikan.

Dikatakan, kendala ini mungkin saja tidak hanya terjadi di Melawi, namun juga terjadi di daerah lain. Soal padamnya listrik ini disebutkan Dadi akan dikomunikasikan kembali kepada pihak PLN, sehingga pelaksanaan ujian hari berikutnya tidak lagi listrik padam.

Dikesempatan itu Dadi menyampaikan apresiasi kepada Disdikbud Melawi, para kepala sekolah, dewan guru dan seluruh pihak pendukung, sehingga penyelenggaraan UAN berjalan dengan baik dan lancar. Dadi berharap ujian 2018 ini semua siswa-siswi mendapat nilai yang baik dan dapat lulus semua.

Kepala Disdikbud Melawi, H. Joko Wahyono, mengatakan UAN tingkat SMP se Kabupaten Melawi di ikuti 3.800 pelajar yang diselenggarakan di 112 sekolah.  Ia mengungkapkan sebagian besar sekolah menyelenggarakan ujian dengan lancar pada hari pertama.

“Hal ini dikarenakan hampir seluruh SMP masih menggunakan metode UNKP. Hanya SMPN 1 Nanga Pinoh yang UNBK,” jelasnya.

Joko mengatakan tahun depan jumlah sekolah yang menggelar  UNBK bisa bertambah. Minimal sekolah yang berada di ibukota kecamatan. “Sarana dan prasarana sudah kita siapkan. SMPN 1 Nanga Pinoh juga akan kita benahi sebagai sekolah rujukan. Seperti tadi saat peninjauan sirkulasi udara masih belum baik karena ketiadaan AC. Semoga tahun ini bisa kita tambah termasuk daya listrik disana,” katanya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Nanga Pinoh, Theresia Idayani, menyampaikan akibat padam aliran listrik di lingkungan sekolah, membuat pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Nanga Pinoh menjadi molor, namun bisa diatasi karena data ujian sudah tersimpan di komputer.

Ditambahkan Theresia, selain pemadaman listrik terjadi dua kali hingga waktu pelaksanaan ujian molor, juga ada kendala lain, yakni kendala server terganggu dari pusat.(sirait)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply