Peran Fasilitator Desa Mendorong Melawi Menuju KLA

 Melawi

Peserta pelatihan foto bersama dengan Bappeda dan tim WVI Melawi usai gelar pembukaan.

 

Melawi,KRP.com-Peran fasilitator desa dalam program peningkatan pelayanan publik bidang kesehatan dasar memegang peranan penting dalam keberhasilan untuk mendorong Kabupaten Melawi sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

Terkait itu, memasuki tahun ke tiga Wahana Visi Indonesia (WVI) di Kabupaten Melawi, Kalbar, kembali melakukan program untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pendekatan “Suara dan Aksi Warga Negara” dalam mendukung Melawi menuju Kabupaten Layak Anak (KLA).

Dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pendekatan suara dan aksi warga negara tersebut, WVI Kantor Operasional Melawi mengadakan pelatihan “Fasilitator Desa Suara dan Aksi Warga Negara” selama 3 hari (23-25/4) di salah hotel Kota Nanga Pinoh, menghadirkan pemateri dari dinas terkait Pemkab Melawi (Bappeda-Dinkes-DPPKBPPPA-DPMD) dan dari WVI.

Sejumlah warga yang mengikuti pelatihan ini berasal dari desa di Kecamatan Ella Hilir dan Kecamatan Pinoh Utara. Dari Kecamatan Ella Hilir mengikuti pelatihan dari Desa Nyangau dan dari Kecamatan Pinoh Utara mengikuti pelatihan berasal dari Desa manding, Natai Panjang, Sungai Raya, dan Desa Senibung.

Kasubbid PPMD Bappeda Melawi, Moh. Rachmandani, saat membuka kegiatan pelatihan fasilitator desa suara dan aksi warga negara tersebut, Senin (23/4) menyampaikan langkah pertama dalam pengembangan KLA adalah harus ada gugus tugas KLA.

Dikatakan Rachmandani, gugus tugas inilah yang nantinya menyusun berbagai program dan kegiatan dalam mewujudkan KLA, termasuk monitoring dan pelaporan. Menurutnya, dalam KLA juga diperlukan adanya data pilah anak dalam bentuk profil anak atau profil desa.

Dikesempatan itu Rachmandani meminta kepada fasilitator  desa harus melakukan gerakan perubahan bagi masyarakat di lingkungan desa masing-masing, sehingga bisa mendampingi masyarakat dalam melakukan perubahan, terkait pelayanan dasar kesehatan menuju Melawi sebagai KLA.

Ika Wira Wati Gea, Cordinator Advocacy WVI Kantor Operasional Melawi, di temui usai gelar pembukaan berharap kepada seluruh fasilitator desa, setelah mendapat bekal ilmu selama pelatihan mampu melakukan pendekatan kepada masyarakat dalam rangka pelayanan dasar kesehatan ibu dan anak.

Selain itu lanjut Ika, keberadaan fasilitator desa ini nantinya diharapkan berjalan efektif dan membuahkan hasil yang maksimal. Ika juga mengatakan, keberadaan fasilitator desa ini juga harus bisa mensosialisasikan keberanian masyarakat untuk menyuarakan yang dibutuhkan, selanjutnya disampaikan kepada pemerintah.

“Diharapkan keberadaan fasilitator desa akan menjembatani kebijakan yang ada dengan keinginan masyarakat diwilayah desa masing-masing, sehingga dapat dirumuskan menjadi sebuah agenda bersama,” jelas Ika.(sirait)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply