Warga Pinoh Keluhkan Tatakelola Rumah Walet

 Melawi

Rumah Sarang Walet

 

Melawi,KRP.Com-Sejumlah masyarakat mengeluhkan tentang keberadaan rumah usaha walet dipemukiman rumah penduduk di Kabupaten Melawi.

Banyak ditemukan rumah usaha walet berdiri dipinggiran jalan umum. Selanjutnya warga juga mempertanyakan tatakelola mendirikan bangunan rumah walet yang berada di tengah masyarakat.

“Kami tidak tau tentang boleh tidaknya mendirikan rumah walet dipinggir jalan umum atau berdiri dipemukiman rumah penduduk. Hingga sekarang kami tidak tau apakah ada aturannya atau tidak,” ucap Mahasiswa Pecinta Alam Joni, Jumat (16/3) kepada media ini.

Dia mengatakan padahal sebagian kabupaten dan kota sudah ada kebijakan peraturan yang mengatur tentang tata pengelolaan terkait mendirikan usaha walet. Bahkan hasil usaha walet itu dikenakan pajak daerah oleh pemerintah daerah setempat.

Ia menuturkan sampai sekarang di kabupaten ini pihaknya tidak tau, apakah mendirikan usaha walet dikenakan biaya ataupun tidak menurut peraturan daerah Kabupaten Melawi. Sehingga hasil usaha walet itu akan berdampak kepada pendapatan asli daerah.

“Jika peraturan tentang usaha walet belum diatur. Kami minta bisa dibuat kebijakan. Supaya usaha walet juga dikenakan pajak asli daerah. Ini demi membantu pemerintahan daerah dalam meningkatkan pembangunan masyarakat,” harap Joni juga selaku Mahasiswa STKIP Kabupaten Melawi.

Sementara Tokoh Pemuda Kabupaten Melawi Rusdi menambahkan selayaknya pendirian rumah usaha walet diatur dalam peraturan daerah. Sehingga tatakelola usaha walet bisa terawasi dengan baik dilingkungan masyarakat.

“Pengawasan usaha walet diperlukan. Supaya lingkungan disekitarnya terjaga dengan baik. Apalagi rumah usaha walet yang berdiri dipemukiman rumah penduduk. Itu semua perlu dievalusi terkait kesehatan lingkungan,” terangnya.

Dia menyatakan dengan adanya pembahasan tentang tatakelola rumah walet. Hal itu akan berdampak kepada kualitas pembangunan daerah kedepan. Sehingga kebijakan pembangunan ditengah masyarakat semakin berkembang.

Ia mengungkapkan hingga sekarang banyak perumahan walet berdiri ditengah masyarakat. Tapi secara kebijakan aturan perlu dikaji kembali dari berbagai aspek. Supaya kesehatan bagi lingkungan masyarakat terjaga dengan baik.

“Rencana tata ruang wilayah kabupaten ini sangat dibutuhkan. Supaya tatakelola pembangunan daerah kedepan semakin terarah dan berkualitas. Jika itu tidak sesuai rencana tata ruang wilayah kabupaten. Semua itu perlu kita tinjau kembali,” tukas Rusdi.  (Sirait)

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply