Kronologi Kecelakaan Oleh Moge di Sanggau, Belasan Jahitan Hingga Lidah Koyak

 Sanggau

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Orang tua korban tabrak lari oleh oknum MoGe di Simpang Ampar Sanggau, Deky Tarmidi menceritakan kronologi kecelakaan yang menimpa anaknya.

Diuraikannya, anaknya Frasiska yang mengalami luka cukup parah awalnya hendak pergi ke acara nikahan keluarga di Pontianak.

Anaknya, kata dia, dari arah Meliau ke Pontianak empat beranak naik motor matic jenis beat.

Saat hendak lewat simpang ampar sekitar 1 Km, atau dikenal simpang Triple S, ada rombongan motor besar atau gede melebar.

Sehingga menyenggol bagian belakang motor, anaknya dalam posisi berhadapan dan mengenai bagian belakang.

Kejadian ini, menurutnya terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Motor itu tidak berhenti, sudah diteriaki bahkan dilempari batu oleh masyarakat sekitar namun tetap tak mau singgah,” tuturnya.

 

Mendapati hal itu, jata dia, ia pun sudah lapor di Polsek Tayan, dan motor juga di Polsek Tayan.

“Menurut informasi arahnye ke Pangkalan Bun, kalau dari Kucing lewat jalan Ngabang,” katanya.

Ia pun mengatakan, kaki anaknya Frasiska mengalami jahitan 18, lidahnya koyak, dokter belum berani menentukan namun belum di operasi, gigi hilang 3 dan mulut dijahit 12.

Sedangkan cucunya, atau anak korban bernama Dira mengalami 6 jahitan di kepala.

Kini, korban pun dirawat di RS Antonius ruangan Fransiskus 01, bed 5.

sumber : http://pontianak.tribunnews.com/2018/02/25/kronologi-kecelakaan-oleh-moge-di-sanggau-belasan-jahitan-hingga-lidah-koyak.

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan