4 PDAM Tandatangani LOI dengan Perpamsi.

 Sintang

4 PDAM Tandatangani LOI dengan Perpamsi.

Sintang,KRP.Com

Empat (4) perusahaan daerah air minum (PDAM), yakni, PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak, PDAM Tirta Senentang Kab.Sintang, PDAM Tirta Pancur Aji Kab. Sanggau dan PDAM Tirta Sirin Meragun Kab. Sekadau, tandatangi  Letter Of Intent (LOI) dengan PT. Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).

Perpamsi dilakoni langsung oleh Direktur Exekutifnya,  Ashari Maryono, sementara tiga PDAM daerah oleh Direkturnya masing-masing kecuali Sintang langsung oleh bupatinya, dr H. Jarot Winarno.

Penandatanganan LOI tersebut, dilakukan di Kantor PDAM Tirta Senentang Sintang, Jl. M. Saad, Kamis (15/8/19) pagi.

Dalam sambutannya Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sintang sangat menyambut baik dan mendukung LOI yaitu program kemitraan solidaritas untuk membuktikan bahwa mengurus air bersih itu harus bersama-sama.

Perpamsi dalam hal ini sebagai fasilitator, sementara PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak yang sudah maju sebagai mentor lalu resipiennya adalah PDAM Sintang, Sanggau,  Sekadau dan lainnya, katanya.

“we can’t stand alone” atau kita nda bisa sendirian ya untuk menyiapkan air bersih untuk masyarakat, kalau kita kerja sendiri gak bisa, jadi di sarankan kita harus punya jejaring, networking, kita harus di tunjang seluruh pihak, sambung Jarot.

Jarot mengungkapkan bahwa problem atau masalah yang terjadi di PDAM Tirta Senentang dengan PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak bahkan yang lainnya mungkin sama yakni terkait masalah suplai air baku, airnya kadang payau dan sebagainya.

PDAM Sintang ini sumber air bakunya diambil dari aliran Sungai Melawi dan Sungai Kapuas-pun masih ada masalah lain, seperti kebocoran pada sambungan, ungkapnya

Kemudian, masalah kepercayaan (trust) dari pelanggan, karena ngelola PDAM ini seperti Roller Coaster atau kadang bagus kadang turun kualitasnya, itu lah kadang-kadang konsumen jera dengan PDAM, bahkan nyambung airnya kadang nda sampai, airnya keruh, hidupnya nda 24 jam, ujar Jarot blak blakan.

Sehingga kata Jarot, ada masyarakat yang berhenti untuk berlangganan PDAM lalu kemudian membuat sumber air sendiri seperti sumur bor, tentunya hal ini harus menjadi evaluasi pelayanan PDAM.

Hal itulah pekerjaan rumah bagi PDAM kedepan, sekaligus tingkatkan kualitas pelanyanannya agar kepercayaan masyarakat untuk berlangganan PDAM meningkat.

Jarot pun ungkapkan bahwa Ia 3 tahun lalu tantang PDAM Sintang untuk mencapai 10.000 pelanggan nyatanya sampai sekarang belum tercapai, bahkan saat ini baru 7.100 pelanggan.

Oleh karenanya tambah Jarot aspek hospitality layanan kepada pelanggan, kemudahan kepada pelanggan dan lainnya yang mesti harus di tingkatkan dan itulah tantangan yang harus dijawab melalui LOI ini kedepannya, tutupnya.

Sementara itu Ashari Maryono menjelaskan bahwa LOI merupakan program kemitraan yang bertujuan memberikan motivasi bagi PDAM untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanannya.

Diawali dengan kegiatan survey diagnostik untuk melihat problem atau masalah di tiap-tiap PDAM.

Kemudian setelah diagnostic barulah dapat dikukan bimbingan oleh mentor yakni PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak, kayanya.

Untuk kegiatan itu lanjut Ashari, membutuhkan keterbukaan kedua belah pihak baik selaku resipien, membuka semua hal yang berkaitan dengan topik yang sedang dikerjasamakan.

Misalnya, topik pengendalian tingkat kehilangan air yang di kenal dengan non revenue water, implementasi laporan keuangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ketiga topik ini merupakan mengembangkan sebuah perusahaan air minum.

Ashari menyebut, tanpa pengendalian tingkat kehilangan air perusahaan akan mengalami efek layanan maka itu poin tersebut menjadi perhatian.

Kemudian sebagai entitas usaha tentu harus dipotret kuangannya agar manghasilkan sesuatu yang dapat di pertanggungjawabkan”pungkas Ashari.

(Humas/Js)

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan