Asisten I Pimpin Apel Karhutla

 Sintang

Menggelar Apel Di Halaman Kantor Bupati Sintang.

Sintang,KRP.Com

Sebagai bentuk kesiapan Pemkab Sintang menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama pemangku kepentingan menggelar apel siaga darurat dihalaman Kantor Bupati Sintang, Kamis, (25/7/2019).

Bertindak sebagai pembina apel, mewakili bupati, Asisten I bidang Pemerintahan, Abdul Syufriadi,  turut hadir dalam apel tersebut, Kapolres Sintang, AKBP. Adhe Hariadi, dan jajaran forkopimda lainnya.

Dalam sambutan Bupati Sintang yang dibacakan Abdul Syufriadi antara lain mengatakan, bahwa Kabupaten Sintang merupakan salah satu daerah yang rentan terjadinya bencana karhutla.

Untuk itu seluruh elemen dan stakeholder terkait di tuntut untuk siap menghadapi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan kita, ajak bupati.

Masih menurut bupati, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang telah menimbulkan bencana kabut yang merugikan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan dan transportasi, jumlah titik api dan luasan lahan itu bervariasi, tuturnya.

Karena itu sambung bupati, Pemkab Sintang telah mengeluarkan keputusan Bupati Sintang tentang penetapan status siaga darurat bencana kabut asap terhitung sejak 12 Maret sampai dengan 30 November 2019”, sambungnya.

Abdul Syufriadi meminta kepada seluruh elemen untuk saling bekerjasama dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang.

Karena kejadian kebakaran lahan tidak mengenal batasan, hutan lindung, cagar biosfer, hutan tanaman, perkebunan dapat mengalami kejadian kebakaran, sehingga diperlukannya kerjasama yang baik antara seluruh pemangku kepentingan, berikan kontribusi yang maksimal dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, mintanya.

Saat ditemui seusai apel, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Sugianto mengatakan bahwa kemarau akan terjadi hingga beberapa bulan kedepan bertepatan dengan musim berladang.

Kami dari BPBD Kabupaten Sintang mendapatkan laporan dari BMKG Kabupaten Sintang, bahwa musim kemarau akan terjadi sampai bulan September 2019, bertepatan juga dengan musim berladang, sehingga kami bersama satuan petugas harus siap siaga bilamana ada terjadi kebakaran hutan dan lahan”, kata Sugianto

Sugianto menambahkan bahwa seluruh elemen satuan petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan sudah dibentuk, “untuk BPBD, kami sudah membentuk koordinator di semua Kecamatan, ini semua dalam rangka kita mengefektifkan komunikasi dan koordinasi dari semua pihak untuk memberikan informasi adanya kebakaran hutan dan lahan”, ucapnya. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan