Blak – Blakan, Dukung Paslon 3 Hidup Mati

 Sintang

Suasana Yel-yel Paslon 3 dipimpin Yakobus Kumis di rumah Agus Putra.

Sintang, KRP.Com

Tokoh masyarakat Dayak Kalimantan Barat, Drs Yakobus Kumis, MH, Rabu (4/11) penuhi undangan silaturahmi Agus Putra di bilangan Akcaya 2 Sintang.

Agus Putra adalah tokoh muda muslim Sintang, pengusaha dan juga berpolitik, ramai sebut namanya saat Pilkada 2015 lalu.

Rombongan Yakobus Kumis diantaranya Panglima Kamang, disambut hangat keluarga Agus Putra  dan setelah di dalam rumah acara silaturahmi-pun dimulai oleh Ajo, Jaenuddin SH, sahabat Agus Putra.

Yakobus Kumis, yang di daulat Jaenuddin menyampaikan pesan dan kesan atas silaturahmi tersebut, mengungkapkan banyak hal, mulai dari politik pemilihan bupati zaman orde baru (oleh DPRD-red) hingga pilkada oleh masyarakat.

Soal budaya Dayak – Melayu, muslim dan nasrani, termasuk Tionghua di Kalimantan Barat, diungkap Yakobus untuk tujuan pentingnya sejarah.

Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) pusat itu-pun mengungkapkan bahwa pengurus MADN sampai saat ini, di 19 provinsi, banyak Dayak muslim, itu artinya bahwa MADN menganut kepengurusan nasionalis.

Untuk Pilkada Sintang, Yakobus menilai paslon 3 adalah paslon yang tepat waktu/tepat era menuju Sintang Baru.

Alasannya sambung Yakobus, Sintang dilihat dari geliat pembangunannya 5 tahun lalu lambat, maka perlu pemimpin yang energik/visioner dan berpengalaman bidang ekonomui.

Kalbar tidak lama lagi akan dimekarkan, dan Sintang bakal ibu kota Provinsi Kapuas Raya, artinya,  kalau bukan orang gerak cepat jadi pemimpinnya, ya..pembangunan tetap begitu-begitu saja, tapi kami di PDI-P yakin, Yohanes Rumpak – Syarifuddin, mampu untuk mengatasi ini semua, tegas Jurkam tingkat propinsi itu.

Giliran Agus Putra menyampaikan sikapnya, mengungkapkan ada 4 hal alasan mengapa Ia dukung paslon 3 Yohanes Rumpak – Syarifuddin.

Ke 4 hal itu lanjut Agus adalah, Masyarakat Sintang bukan memilih pemimpin agama, tapi pilih pemimpin nasionalis, mempersatukan, mengerti ekonomi, jujur, bersih, alias tidak terlibat korupsi.

Karena hal – hal itu ada di figur paslon 3 maka hidup mati kita perjuangkan menang, Saya pastikan rekan-rekan muslim daerah ini, secara plan-plan akan dukung nomor 3, sudah mulai paham pertarungan ini, ungkap Agus.

Ia menambahkan, kegagalan pembangunan kab Sintang karena pemimpinnya fokus pada perencanaan bukan pada pelaksanaan, itu sebabnya, dimana-mana yang dibangun tidak ada yang selesai, alias mangkrak. (Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan