Buka Diskusi Kabupaten Layak Anak

 Sintang

Pelaksanaan Diskusi Publik. 

Sinang,KRP.Com

Wahana Visi Indonesia (WVI) Bersama KOPAS (Komunitas Peduli Anak Sintang) Rabu (17/07) melaksanakan  Diskusi Publik  terkait kesiapan Pemkab Sintang mendorong percepatan pencapaian indikator Sintang menuju Kabupaten Layak Anak.

Diskusi dilaksanakan di  Aula Bappeda Sintang dihadiri  Asisten II, Setda Sintang H Henri Harahap sekaligus membuka kegiatan dimaksud.

Hendri dalam sambutannya menyebut, Pemkab Sintang sangat mengapresiasi Diskusi Publik dimaksud dalam rangka memperkuat komitmen dan sinergi untuk menjaga, melindungi dan mengembangkan anak-anak kita di masa mendatang.

Saya menilai lanjutnya, isu tentang anak saat ini, semakin penting untuk kita jadikan agenda pokok dalam pembangunan, yang mana sering munculnya berbagai kasus tindak kekerasan terhadap anak, mulai dari kekerasan fisik, penelantaran sampai ekploitasi terhadap anak menjadi bukti nyata permasalahan negara kita.

Kita harus ingat di tahun 2035, indonesia akan menikmati puncak bonus demografi. Sekitar 19 tahun lagi fenomena langka itu terjadi.

Itu artinya berkah luar biasa tatkala jumlah penduduk usia produktif yaitu usia 15-65 tahun) menjadi sangat tinggi, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia, ungkap Henri Harahap .

Manager Proyek Uni Eropa – CSO Wahana Visi Indonesia  Henry Gabriel menyatakan, bahwa program yang dilaksanakan ini merupakan program penguatan peran masyarakat dan organisasi masyrakat yang dijalankan oleh Wahana Visi Indonesia(WVI) dukungan Uni Eropa.

Program ini bekerjasama dengan pemerintah daerah di  tiga kabupaten di Propinsi Kalimantan Barat , yaitu Kabupaten Sintang, Sekadau dan Kabupaten Melawi.

Ketua  Komunitas Peduli Anak Sintang (KOPAS) Ustad Edi Toni menyatakan,  bahwa tantangan  perjuangan mewujudkan menjadi kabupaten layak anak ini sangat berat.

Bergerak fokus klaster tiga saja yang sudah  kita laksanakan yakni kecamatan Kelam Permai, Kayan, Tebelian, Sepauk  dan Tempunak.

Lima kecamatan dengan jumlah sekitar 20 desa sangat berat, apalagi berbicara 14 Kecamatan dengan jumlah desa sebanyak 391 desa, ujar Edi.

Namun kita tetap berupaya dengan melibatkan semua lapisan masyarakat dan  dukungan  dari semua pihak, harapnya. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan