Buka Festival Tenun Ikat dan Seminar Internasional

 Sintang

Festival Tenun Ikat dan Seminar Internasional

Sintang,KRP.Com

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah membuka kegiatan Festival Tenun Ikat dan Seminar Internasional yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sintang di Museum Kapuas Raya, Jalan Sintang-Putussibau, Rabu (23/10).

Selain Festival Tenun Ikat, juga seminar International tekstil yang dihadiri sejumlah pengrajin daerah itu.

Yosepha Hasnah di hadapan para undangan menyampaikan rasa bangganya pada tenun ikat Sintang yang sudah beberapa kali menerima penghargaan dari pemerintah pusat.

Tenun ikat Sintang lanjut Sekda, sudah beberapa kali menerima penghargaan dari pemerintah antara lain, warisan budaya tak benda, Upakarti. Ini semua karena ketekunan para pengrajin tenun, bantuan banyak pihak dan perhatian Pemkab Sintang terhadap tenun ikat ini.

Pelaksanaan Festival Tenun Ikat dan seminar International Tekstil yang digelar oleh Pemkab Sintang ini adalah upaya untuk pengembangan objek pokok kebudayaan sebagaimana diamanatkan Undang-undang nomor 5 tahun 2017.

Saya berharap kedepan event seperti ini dapat menjadi agenda tahunan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang dengan mengundang turis mancanegara, sehingga kegiatan ini bisa memiliki multiplier effect terhadap pemberdayaan para penenun khususnya, harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Lindra Azmar  menjelaskan bahwa kegiatan festival dan seminar bertujuan untuk pelestarian budaya dan pengembangan tenun ikat, sekaligus  pemajuan objek pokok kebudayaan yang ada di Kabupaten Sintang.

Dalam festival ini, kami menyelenggarakan berbagai jenis perlombaan, mulai dari  lomba Puak Kumbu, pewarna alam, lomba Puak Kumbu pewarnaan kimia, Fashion show anak, dan desain kosut bagi penenun” terang Lindra Azmar.

Festival Tenun Ikat ini diikuti oleh peserta dari desa dan kecamatan yang selama ini memang menjadi sentra pengerajin tenun ikat seperti Kelam Permai dan Dedai.

Sedangkan unsur juri lomba kami siapkan dari Belanda, Sabah Malaysia dan Pontianak.Tidak ada dari Sintang untuk menjamin penilaian lomba ini objektif, ungkap Lindra Azmar.

Khusus mengenai seminar internasional, ada sejumlah pembicara dari berbagai negara untuk mengisi seminar International Tekstik, di antaranya: Itie Van Hout (Belanda), Mohd Ardhih Bin Pidih (Sabah-Malaysia), Joanna Datuk Kitingan (Sabah-Malaysia) dan Sugiman Karyareja (Indonesia).

(Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan