Buka Musdat Dayak Lebang Nado

 Sintang

Musyawarah Adat (Musdat) Dayak Lebang Nado.

Sintang,KRP.Com

Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, Minggu (31/3) membuka Musyawarah Adat (Musdat) Dayak Lebang Nado di Kecamatan Dedai dan Kayan Hilir.

Musdat Dayak Lebang dilaksanakan di halaman Rumah Betang Dayak Lebang Nado, Desa Kumpang, Kec.Dedai, dan di hadiri Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang yang juga Ketua DPRD Kabupaten Sintang Jeffray Edward, SE.M.Si, Camat Dedai, dan Sekretrasi Dinas Pekerja Umum Kabupaten Sintang.

 

Dalam sambutannya Jarot Winarno mengaku bahagia bisa hadir langsung membuka Musdat Dayak Lebang Nado karena menurutnya Musdat sangatlah penting untuk keberlanjutan lembaga tersebut.

Apa yang di bahas dalam Musdat nantinya tentu bukan untuk kebutuhan saat ini saja tapi, untuk generasi Dayak Lebang Nado yang akan datang, sambung Jarot.

Jarot kemudian menceritakan, ketika dirinya hadir dalam acara Gawai Dayak Lebang Nado di Kota Sintang dimana saat itu hadir para sesepuh suku Dayak Lebang Nado, mengeluhkan bahwa sejak Indonesia merdeka suku Dayak Lebang Nado kurang mendapatkan perhatian.

Memang lanjut Jarot, suku Dayak Lebang Nado terhitung komunitas masyarakat adat yang kecil yakni hanya terdapat di 93 kampung. Namun yang menjadi inti keluhan mereka saat itu adalah kondis jalan yang jelek, fasilitas sekolah dan kesehatan yang kurang memadai.

Tapi, setelah itu, permintaan warga Lebang secara pelan-pelan telah kita bangun sama rata, diantaranya jalan ke Ipoh, jalan dari Tuguk ke Lingam ke Bayur yang keluarnya di Empaci, bebernya.

Maka, saya datang kesini – pun untuk melihat dan untuk mendengar aspirasi warga Dayak Lebang, unghkap Jarot.

Di tempat yang sama ketua Dewan Adat Dayak Kabuputen Sintang yang juga Ketua DPRD Kabupaten Sintang Jeffray Edward juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musdat Dayak Lebang Nado.

Menurutnya, Musdat sangatlah penting untuk merumuskan adat istiadat dan budaya yang ada di tengah masyarakat Lebang dan hal lainnya demi keberlangsungan adat itu sendiri terutama bagi generasi muda kedepannya.

Penting sekali bagaimana kita membenahi adat kita, terlebih perkembangan jaman saat ini, jangan kita terpaku terhadap diri kita sendiri.

Sebagai contoh hukum-hukum adat harus di perbaharui, kalau memang ada yang kurang sesuai perkembangan jaman, harus di tambah dan inilah kesempatan suku Dayak Lebang di sini membicarakannya, kata Jeffray.

Sementara itu Ketua Panitia kegiatan Musyawarah Adat Dayak Lebang Nado Yohanes Jau mengatakan, Kegiatan Musdat ini di laksanakan selama tiga hari di mana hari pertama pembukaan oleh Bupati, hari kedua perumusan adat dan hari ketiga kegiatan penutup.

Yohanes menjelaskan, Musdat suku Lebang sudah 8 tahun pasif, tapi berdasarkan AD/ART perlu untuk melakukan suatu penyegaran guna penyesuaian perkembangan,kata Yohanes.(Humas/Js)

 

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan