Buka Musyawarah Adat  Sub Suku Undau

 Sintang

Jarot Winarno saat membuka musyawarah Adat sub suku Andau Kesepuk.

Sintang,KRP.Com-Bupati Sintang Jarot Winarno membuka musyawarah Adat sub suku Andau Kesepuk, yang di laksanakan di Desa Bindu kecamatan Kayan Hilir, (5/10) lalu.

Hadir pada kegiatan tersebut, anggota DPR provinsi dari partai Hanura Suyanto Tanjung, anggota DPRD Sintang, sejumlah forkopinda kabupaten Sintang, dan forkonpincam kecamatan Kayan Hiir.

Tak ketinggalan, para Ketua adat yang ada di Kayan Hilir.

Musdat bertema, “Menjadikan Suku Undau Yang Berbegunonik, profesional, berkualitas, maju dan Bemartabat”

Bupati Jarot mengatakan, adanya peraturan daerah no 12 tahun 2015 tentang hukum adat yang sudah di atur dalam peraturan pemerintah daerah yang mengatakan akan ada perhutanan sosial yang di kelola oleh adat untuk kesejahteraan masyarakat adat.

Luas hutan dimaksud, berjumlah 129 hektar dan hutan adat ini menunjukan betapa masyarakat adat demikian maju sehingga masyarakat adat di tuntut harus mampu mengelola kearipan local.

Mampu menciptakan inovasi inovasi baru yang dapat mensejahterakan masyarakat adat untuk pemberdayaan ekonomi dari kelompok adat yang mampu menciptakan produk produk yang bahan bakunya di dapat dari hutan adat tersebut. 

Maksudnya, hasil hutan dapat dijadikan ekonomi kreatif, sehingga tidak terpaku pada ekonomi ekstatif saja, jelasnya panjang lebar.

Jarot mengungkapkan, sungguh berbahagia bisa hadir pada acara itu dan atas nama pemerintah daerah kabupaten Sintang sanggat mendukung penuh pelaksanaan musyawarah adat sub suku undau tersebut.

Antonius Boli, selaku ketua adat dan ketua panitia mengatakan, musawarah akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yakni dari 5 – 6 Oktober 2018.

Adapun jumlah tamu undangan berjumlah 400 orang, yang berasal dari 17 desa dan 53 kampung.

Musawarah ini digelar oleh dua kecamatan, yaitu kecamatan Kayan Hilir dan kecamatan Kayan Hulu.

Dengan dilaksanakannya musyawarah adat sub suku andau ini, kita berharap adat dan budaya suku andau bisa masuk di dalam daftar dewan adat dayak kabupaten Sintang, yang merujuk kepada aturan aturan dewan adat dayak kabupaten Sintang, harap Boli.

Boli tambahkan bahwa, tentunya musawarah di laksanakan untuk melestarikan adat istiadat yang mulai hilang khususnya sub suku undau.

Harapannya selepas musawarah, suku Undau dapat berubah mengikuti arus jaman yang sudah mulai membaur kepada masyarakat modern, tegas Boli. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan