Buka Workshop Tatakelola Keuangan Desa

 Sintang

Bupati Jarot saat buka Workshop Sistem Tatakelola Keuangan Desa

 

 

Sintang, KRP.Com-Bupati Sintang Dr. H. Jarot Winarno (23/2) buka kegiatan workshop sistem tatakelola keuangan desa se kab Sintang, dengan aplikasi siskeudes.

Kegiatan ini di hadiri anggota DPR RI Sukiman, direktur pengawasan penyelenggaraan keuangan daerah wilayah III BPKP Iskandar Novianto, Irwasda Polda Kalbar Kombes Pol. Andi Musa, Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Kalbar Patrick Lumumba Sihombing.

Dari pihak Pemkab Sintang, juga hadir sejumlah Forkopimda, OPD, dan unsur terkait lainya, Kegiatan tersebut digelar di Gedung Pancasila Sintang.

Jarot mengatakan, Workshop sistem tatakelola keuangan desa dengan aplikasi siskeudes ini sangat relevan untuk memperkuat upaya mewujudkan open goverment terutama pada level  pemerintahan desa.

Oleh karenanya, saya sangat menyambut baik dan mendukung penuh terselenggaranya workshop yang di fasilitasi oleh bapak Sukiman dan kementerian keuangan RI” kata Jarot.

Saat ini, lanjut Jarot, Pemkab Sintang sedang berupaya untuk mewujudkan open goverment atau pemerintahan terbuka. “yaitu pemerintahan yang berkomitmen memberikan peluang sangat luas bagi publik untuk mengakses berbagai informasi faktual mengenai apa saja yang di lakukan oleh pemerintah.

Salah satu ciri open goverment atau pemerintahan terbuka, yakni dengan memanfaatkan aplikasi teknologi  informasi.

Teknologi informasi dimaksud, cepat dan efektif serta di yakini sangat bermanfaat karena adaftif dengan era digitaliasi serta mampu mencegah abuse of power atau penyalahgunaaan kewenangan.

Pemerintah desa sebagai unit dari pemerintah daerah yang saat ini telah mendapat alokasi dana desa dan ADD yang semakin signifikan harus di dorong juga mempraktekkan pemerintahan yang terbuka, sehingga, tata kelola keuangan desa harus semakin  transparan, prefosional dan partisipatif, papar Jarot.

Dengan penguasaan tatakelola yang baik itu, dapat menciptakan birokrasi pemerintahan desa yang mampu mengelola sumber daya secara efektif, adil, proposional dan lestari, tambahnya.

Sementara itu, Direktur pengawasan penyelenggaraan keuangan daerah wilayah III BPKP Iskandar Novianto mengatakan, Sistem tatakelola keuangan desa dengan aplikasi siskeudes merupakan kerjasama BPKP dengan kementerian dalam negeri yang bertujuan agar pemerintahan desa mampu mengikuti regulasi.

Karena kalau dia tidak menggunakan aplikasi atau secara manual itu beban kerjanya akan sangat berat, kata Iskandar.

Iskandar menyebut, Aplikasi tersebut mampu menyesuaikan regulasi-regulasi yang ada, yang mana kita tahu bahwa regulasi tersebut terus berkembang dan ada perubahan-perubahan.

“kalau desa menggunakan aplikasi, dimana aplikasi tadi selalu menyesuaikan regulasi, maka kita yakin mereka otomatis terjaga bahwa mereka sesuai dengan regulasi dalam pengelolaan keuangan desa”ujarnya.

Untuk sistem kerjanya, Iskandar menjelaskan bahwa desa itu sebagai pengguna aplikasi dan administratornya di kabupaten.

Misalnya untuk desa-desa sudah punya apa kegiatan-kegiatan yang akan di kerjakan saat menyusun RAPBDes. “nanti dari kabupaten tinggal mengkomplikasi aja apa yang sudah di susun dan di kerjakan oleh desa.

Dan, kalau ada kegiatan-kegiatan yang di rubah oleh desa, mereka harus lapor dulu kekabupaten artinya administrasi dikabuapaten yang akan mengubahnya”jelas Iskandar.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa Ulidal Muhtar mengatakan, Siskuedes sudah di laksanakan di kabupaten Sintang sejak 20017 yakni masih dalam tahap penyusunan anggaran belum kepada tahap tata kelola keungan desa dengan pelaporannya.

Untuk tahap tata kelola keuangan desa dan pelaporannya baru kita laksakan tahun 2018 ini”kata Ulidal.

Ulidal menambahkan, terkait penyusunan anggaran melalui siskuedes sudah terlaksana di 6 kecamatan sejak seminggu lalu, dan karena Sintang memiliki 14 kecamatan 391 desa, maka pihaknya harus keliling ke-14 kecamatan tersebut.

Kendala kita memang jumlah desa 391 dan jarak yang cukup jauh, makanya kita latih pihak desa terutama bendaharnya”tambah Ulidal. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply