Bupati Buka Kegiatan Inovasi Desa Dedai

 Sintang

kegiatan Bursa Inovasi Desa/Bursa Pertukaran Informasi Desa se-Kecamatan Dedai.

Sintang,KRP.Com

Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, Kamis (31/10) membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa/Bursa Pertukaran Informasi Desa se-Kecamatan Dedai, di Aula Kantor Camat Dedai, Penyak Lalang.

Kegiatan ini dihadiri seluruh Kepala Desa se Kec. Dedai, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. Sintang Herkolanus Roni, SH. M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sintang dr. Harysinto Linoh, MM, unsur Forkopimcam Dedai, dan para aparatur desa.

Jarot Winarno mengatakan, Indonesia bercita-cita menjadi bangsa besar pada tahun 2045 mendatang, Oleh karenanya untuk mencapai tujuan tersebut Presiden berpesan tidak bisa dikerjakan dengan hal yang biasa-biasa saja, Tapi di perlukan jiwa yang selalu mencari terobosan dan inovasi baru guna mencapai Desa-desa yang maju dan mandiri.

Dari 391 desa di Kabupaten Sintang saat ini, Desa Mandiri cuma ada 6, Desa Maju ada 14 dan Desa Sangat tertinggal ada 86, yang lainnya desa berkembang dan sedang berkembang.

Kab Sintang sambung Jarot, inginnya menjadi kabupaten yang besar, apalagi jadi calon Ibu Kota Provinsi Kapuas Raya, jadi kalau kita menyelenggarakan pemerintahan seperti biasa-biasanya gak akan berhasil, tapi di perlukan terobosan dan inovasi.

Nah, kegiatan ini lanjut Jarot sangatlah penting, dimana tahun kelima desa mendapatkan dana desa dan tahun ketiga di laksanakan bursa inovasi desa, harapannya agar desa mampu membuat suatu terobosan, inisiatif dan inovasi.

Dedai ini, banyak menghasilkan terobosan dan inovasi, bahkan ada desa di Dedai ini sudah menjadi desa mandiri dan maju, bahkan menjadi desa berkembang, ujarnya.

Jarot bahkan mengapresiasi contoh terobosan yang sudah di lakukan salah satu desa di sana yakni, produksi beras hitam kisar dari Mangat Baru, Cabe dari Desa Kumpang,  teh dari Pengkadan Baru, sirup rosela dari Riguk, untuk itulah saya minta desa lainnya juga menyusul membuat inovasi dan terobosan baru, harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. Sintang Herkolanus Roni menjelaskan bahwa Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019 ini merupakan tahun ketiga yang di luncurkan pemerintah pusat setelah tahun 2017 dan 2018 lalu.

Di Kabupaten Sintang sendiri tahun ketiga ini lebih focus di laksanakan di masing-masing kecamatan guna mendorong efektivitas penggunaan atau investasi dana desa menuju peningkatan produktivitas desa melalui proses pengelolaan pengetahuan secara sistematis, terencana dan partisipasif.

“pada bursa inovasi desa ini ada 3 menu pokok yang dapat di pilih oleh masing-masing desa seperti infrastruktur ada 17 menu, pelayanan sosial dasar 14 menu dan pengambangan kewirausahaan/ekonomi ada 51 menu yang tersedia di stand bursa inovasi desa di kecamatan Dedai ini”jelas Roni. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan