Bupati Pimpin Upacara Hardiknas

 Sintang

Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno.saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional ke-56 tahun 2018.

 

Sintang, KRP.Com-Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno. memimpin langsung upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional ke-56 tahun 2018 tingkat Kabupaten Sintang dengan tema Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan.

Hardiknas daerah itu, digelar di halaman Sepakbola Kodim 1205 Sintang Rabu pagi (2/5/18). Upacara tersebut turut di hadiri unsur Forkopimda Sintang, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintag, Unsur Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sintang, Anggota DPRD Kabupaten Sintang,TNI dan Polri, pelajar, mahasiswa dan unsur terkait lainnya.

Dalam amanat menteri pendidikan dan kebudayaan yang di bacakan langsung Jarot di katakan bahwa tema yang di angkat tersebut mengajak semua elemen untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tercermin dalam ajaran Ki Hadjar Dewantara.

Dimana ada titik temu antara pendidikan dan kebudayaa. “jika kebudayaan nasional kita menghujam kuat di dalam tanah tumpah darah Indonesia maka akan subur dan kukuh pulalah bangunan pendidikan Indonesia, kata Jarot.

Lanjut Jarot, disahkannya undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagi ruh pemberi hidup dan penyangga bangunan pendidikan nasional.

Oleh sebab itu, kebudayaan yang maju adalah prasyarat yang harus di penuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh dan menjulang, paparnya.

Selain itu Jarot menjelaskan bahwa pemerintah telah bekerja membangun dan memperkuat infrastruktur yang dapat menjadi sabuk pengikat pendidikan dan kebudayaan seperti pembangunan jalan-jalan baru yang layak dan memadai telah mampu membuka akses sehingga terbebas dari isolasi dan saling terhubung.

Pembangunan bendungan baru yang di fungsikan untuk pengairan pertanian dan menjadi sumber pembangkit listrik sehingga menjadikan desa dan wilayah lainnya penuh aktivitas pendidikan dan kebudayaan.

Bangunan-bangunan sekolah baru juga didirikan di wilayah pedalaman dan perbatasan sehingga anak-anak di pedalama mulai merasakan nikmatnya belajar di sekolah yang memadai dan menyenangkan, jelas Jarot.

Meskipun  demikian dikatakan Jarot, secara keseluruhan belum semua wilayah sudah tersentuh pembangunan infrastruktur karena pemerintah masih berfocus untuk membangun infrastruktur pendidikan di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal atau 3T sehingga bisa terkoneksi terhadap pendidikan.

Jarot menambahkan perubahan zaman yang melaju kencang,komplek, tak terduga dan multiarah menjadi tantangan internal dan eksternal dunia pendidikan. Dimana tantangan internal tampak pada gejala tergerusnya ketajaman akal budi dan kekukuhan mental sehingga untuk mejawab tantangan tersebut kementerian pendidikan dan kebudayaan telah meneguhkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi sebagai bagian dari gerakan nasional revolusi mental dengan melibatkan semua komponen bangsa yang dimulai dari sekolah,rumah dan masyarakat.

 “guru, orang tua harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangakan karakter dan literasi anak-anak”tambah jarot.

Sementara untuk tantangan eksternal ungkap jarot yakni muncul dari perubahan dunia yang sangat cepat dan kompetitif dimana hadirnya revolusi industri 4.0 yang bertumpu pada cyber physical system telah mengubah peri kehidupan, artifical intelligence, internet of things, 3d printing,robot dan mesin-mesin cerdas menggantikan tenaga manusia, untuk itu dunia pendidikan dan kebudayaan harus terus menerus menyesuaikan dengan dinamika tersebut. “cara-cara lama tak mungkin lagi di terapkan sehingga harus di ciptakan cara-cara baru yakni dengan reformasi sekolah,peningkatan kapasitas dan profesionalisme guru, kurikulum yang hidup dan dinamis, sarana dan prasarana yang andal,serta teknologi pembelajaran yang mutakhir”tegas jarot.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Lindra Azmar mengatakan dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten sintang berkomitmen dan bertekat untuk menguatkan pendidikan dikabupaten sintang sesuai dengan tema yang di angkat pada hardiknas kali ini yakni meningkatkan fasilitas pendidikan dengan sarana dan prasarana yang memadai dan memajukan kebudayaan. “ kita ingin menggali kebudayaan-kebudayaan lokal kita yang sudah mulai tergerus nanti akan kita dorong melalui pewaris-pewaris kebudayaan”kata lindra.

Selian itu ungkap Lindra di akui memang saat ini keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia atau pendidik masih menjadi masalah juga di dunia pendidikan termasuk di Kabupaten Sintang. “di Kabupaten Sintang berdasarkan data kita untuk tingkat SD dari 442 ruang kelas itu ada sekitar 35% yang rusak ringan kemudai rusak berat sekitar 10%, kalau untuk SMP rusak ringan sekitar 20% dan rusak berat sekitar 5%,”tutup Lindra. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply