Debat Publik Cabup Sintang Rumpak Nyatakan Optimis Bangun Sintang, Jarot dan Askiman Banyak Pesimis

 Sintang

Suasana debat Cawabup sintang.

Sintang,KRP.Com

Panggung debat Cabup cawabup Sintang malam (1/12) terhipnotis oleh jiwa optimis Rumpak – Syarifuddin membangun Sintang Baru.

Optimisme paslon 3 itu ditunjukkan mulai opening visi/misi, pendalaman, tanya jawab, debat program hingga clossing / penutup debat.

Diserang paslon 1 (H.Jarot Winarno-Sudiyanto ) dan paslon 2 (Askiman – Hatta) tapi, bantahan dan jawaban paslon 3 tetap konsisten pada optimisnya bangun Sintang yang merdeka.

Misalnya, disesi pertanyaan program kerja, Paslon 3 menyinggung realitas hari ini, Sintang darurat infrastuktur, angka kemiskinan Sintang tertinggi di Kalbar dengan torehan angka 9,6%, sementara peningkatan kasus narkoba tertinggi di Kalbar, pelayanan fasilitas kesehatan rendah, dan pelayanan listrik yang sangat masih rendah.

Persoalan diatas ini, oleh paslon 1 dan 2 menjawabnya selalu merujuk kebanyak hal, diantaranya panjang ruas jalan kabupaten dan lemahnya hukum kepada pengedar narkoba.

Aneh jawaban itu ya….padahal mereka pemimpin 5 tahun, masa tidak ada solusi dan eksen mengatasi itu semua, meski tidak tuntas 100 persen.!!!!!

Tapi itulah debat, Rumpak ketika menanggapi jawaban lawan, mengutarakan solusi, mungkin publik telah menyaksikannya, Rumpak bahkan mengutarakan suatu strategi menyelesaikannya hingga Sintang ke depan lancar, terang, jernih, dan ngenyan. semua itu diletakannya dalam semangat beduruk atau gotong royong, itulah jiwa rakyat Sintang.

Mememang, kalau pemimpin – pemimpin biasa tidak mampu lakukan ini, inzet Rumpak kemudian.

Pokoknya, Jiwa Bung Karno yang menggetarkan langit bumi Indonesia dalam hal optimisme membangun, dimiliki Rumpak malam itu.

Di panggung debat malam itu, publik Sintang kagum dan meyakini ucapannya adalah panggilan jiwa seorang pemimpin yang peduli rakyatnya.

 

Saya sebagai rakyat Sintang melihat sebuah masa depan Sintang ada di tangan Rumpak, ujar seorang penonton debat itu, sedangkan Jarot dan Askiman sambungnya, tidak memiliki semangat pembangunan dan perjuangan, itu tergambar dari jawaban dan sanggahannya.

Ingat, pemimpin itu dibentuk oleh rakyat dengan tujuan hadir untuk memberi solusi dan menyejahterakan rakyat.

Bukan pesimis dan malas. Jarot dan Askiman adalah sebuah ketertinggalan, mereka dipenuhi ketakutan dan tidak berani mengambil langkah perjuangan untuk rakyat Sintang.

Sedangkan Rumpak adalah solusi, dia memang masih muda tapi untuk membawa Sintang keluar dari ketertinggalan ada pada Rumpak.

Selamat pak Rumpak. Anda layak menjadi Bupati Sintang. (Yogen/Js)

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan