Disporapar Gelar Tradisional Fashion dan Sintang Drink Festival

 Sintang

Peserta Festival.

Sintang, KRP.Com          

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) kabupaten Sintang, Sabtu (7/12) gelar dua kegiatan yang pertama Sintang Tradisional Fashion Festival dan Sintang Tradisional Drink Festival.

Kegiatan yang berlangsung di Taman Bungur daerah itu, dibuka langsung Kepala Disporapar Sintang, Dr. Hendrika, dan di ikuti sebanyak 74 peserta.

Disela berlangsungnya kegiatan, Hendrika kepada awak media ini menjelaskan, Dua kegiatan itu dilaksanakan dasar utamanya adalah adanya keinginan pemerintah daerah dan masyarakat mengangkat budaya pakaian daerah dan potensi alam daerah yang masih tradisional untuk dilestrarikan.

Kemudian, pengembangan bakat dan minat anak-anak/remajaSintang mencintai fashion, mengolah sumber daya alam.Sehingga mereka dewasa nanti mencintai budayanya sendiri dan tanah airnya, sambunya.

Untuk melatih anak/remaja percaya diri, melatih mereka untuk dapat berpenampilan yang baik (tradisional) sehingga kelak mereka bisa mengaktualisasi seluruh hidup mereka alias tidak canggung-canggung lagi tampil memakai pakaian adat sendiri.

Sedangkan kriteria penilaian untuk fashion show sendiri,  Hendrika menyebut, antara lain dinilai dari nilai pakaiannya (tradisional-red)  nuansa-nuansa tradisionalnya, keunikannya, pembuatannya, kemudian penampilan peserta, masing-masing punya persentase, yang diakumulasikan nilainya.

Sementara Sintang Tradisional Drink Festival, Dasar dan tujuan kegiatan tidak lain adanya keseriusan pemerintah dan masyarakat menggali/mengolah seluruh potensi  alamSintang seperti tanam-tanaman, tumbuh-tumbuhan untuk dijadikan minuman yang dapat dinikmati secara langsung baik kedepan dalam bentuk kemasan.

Potensi alam Sintang yang diolah dan dikemas itu, tentunya akan dinikmati dahulu oleh masyarakat Sintang, setelah itu baru oleh masyarakat Indonesia, maka itu kegiatan ini sangat besar manfaatnya yaitu dalam rangka mewujudkan minuman ciri khas Sintang untuk Indonesia.

Kita berharap melalui Festival ini akan muncul minuman-minuman tradisional, seperti olahan Belimbing wuluh dan bahan baku lainnya yang tumbuh di alam Sintang, jelasnya.

Adapun maksud Disporapar melakukan dua kegiatan festival lanjut Hendrika, di dasari tugas pokok dan fungsi Disporapar yang mempunyaiprogram antara lain pengembangan bidang pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif

Kemudian Disporapar juga punya program untuk membuat hiburan kepada masyarakat Sintang.

Oleh sebab itu, Disporapar, telah komitmen akan  merelisasikan tufoksi Disporapar ini sebagai tanggungjawab atas apa yang sudah diprogramkan, ungkap Hendrika.

Tujuan utama kegiatan ini, tidak lain adalah, merealisasikan target Pemerintah dalam hal ini Disporapar yang ditugasi dalam sejumlah hal diantaranya tadi, bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kedua,Disporapar dituntut harus mampu menumbuhkan minat dan mencari bibit-bibit generasi penerus dalam menyongsong Indonesia Emas, sehingga pada Indonesia Emas nanti mereka sudah siap dengan mental yang bagus, mempunyai karakter yang baik, mempunyai budi pekerti.

Inilah salah satu alasan kami menyelenggarakan Sintang Tradisional Fashion Fastival,dan Festival Drink untuk menciptakan / memunculkan minuman baru yang bahan bakunya produk dari tanam-tanaman yang ada di sekitar kita (Sintang-red) hutan atau alam bebas, yang dalam even ini disajikan sekitar 12 jenis minuman dari alam Sintang, bebernya. (Lia/Js)

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan