Faktor Kekalahan Paslon 3 Menurut Pendukungnya

 Sintang

Pendukung paslo 3 usai hadiri konfrensi pers .

Sintang, KRP.Com

Usai konfrensi pers paslon 3 Yohanes Rumpak – Syarifuddin (16/12) di kafe Canofi Sintang, sejumlah pendukungnya angkat topi.

Angkat topi kepada Yohanes Rumpak – Syarifuddin karena dinilai pendukungnya, tetap semangat, tegar, sabar dan tegas sampaikan statemennya.

Namun saat konfrensi itu, ada hal aneh yang terlontar disana-sini yakni, hal ketua koalisi partai pendukungnya, Jeffray Edwart tak ada bicara.

Maksudnya, Jeffray oleh sebagian pendukung paslon 3 perlu juga bicara, tapi oleh pendukung lainnya suda-lah cukup disampaikan Yohanes Rumpak materi pokok konfrensi pers.

Bahkan kemudian ada bisik-bisik , apakah hal minim bicara ketua koalisi Jeffray turut menyumbang faktor kekalahan paslon 3 ??? saya rasa tidak, jawab pendukung lain kepada media ini usai mengikuti konfrensi pers tersebut.

Faktor – faktor kekalahan paslon 3 menurutnya adalah, 1,  UU pemilukada yang mengizinkan petahana H Jarot Winarno  (paslon 1) aktif jabat bupati 3 hari sebelum hari pencoblosan.

2, Pendistribusian surat suara ke basis paslon 3 tidak sesuai DPT – TPS, ada sekitar 40 ribu suarat suara tidak dikirim ke 1.800 TPS, berfariasi jumlahnya.

3, Di kota Sintang, 47.313 surat suara keseluruh TPS ditamah 2 persen didistribusikan cukup, bahkan ada yang lebih. dicoblos hingga ada klaim partisipasi masyarakat Sintang kota ikuti pilkada 98 %

4, Penggorengan isu pasukan merah yang mengadat Terry Ibrahim, disukan oleh paslon 1 dan 2 peristiwa itu membela paslon 3 terutama saat penutupan jalan ketika Teryy Ibrahim ingkar janji.

Padahal sambung pendukung paslon 3 ini, pasukan merah dalam statemennya berkali-kali tidak terlibat politik, tapi Tery Ibrahim dan timnya berhasil menggorengnya seolah pasukan merah berada dipihak paslon 3.

5, Pembuatan selebaran oleh tersangka Gunalan (kini ditahan di Polda Kalbar) yang berisi fitnah seolah dibuat paslon 3, selebaran itu kemudian disebarkan di Masjid sehari sebelum pencoblosan saat sembayang subuh oleh tim paslon 1 secara serentak.

6, Edaran ICMI yang mengingatkan umat muslim memilih pemimpin, mungkin maksudnya sura Almaida 51

7, Dugaan politik uang

8, Dugaan paslon 2 tidak serius ikuti pilkada, alias pecahkan suara alias menguntungkan paslon 1.

  1. Kelalaian tim paslon 3 terutama saksi TPS/relawan mengantisipasi dugaan kecurangan – kecurangan diatas.

10, Paslon 3 tidak punya niat beli suara rakyat (politik uang) murni hanya jual program karena niat membangun Sintang.

Ini sepengetahuan saya faktor – faktor kekalahan paslon 3 pada pilkada Sitang 2020 padahal elektabiltas paslon 3 di 9 dari 14 kecamatan cukup baik dan disukai.

Maaf, Saya tidak mengatakan faktor ini 100 persen  benar kegagalan paslon 3, akan tetapi berdasarkan fakta dan bukti bisa menjadi pengaruh terbesarnya.

Harapan kami mudahan-mudahan dipesta demokrasi kedepan, hal ini diwaspadai siapapun calon pemimpin daerah ini, ujar pendukung yang enggan sebut nama itu. (Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan