Gelar Kelam Tourism Festival 2019 Pikat Wisatawan Lokal & Mancanegara,

 Sintang

Kelam Tourism FestivalTahun 2019.

Sintang,KRP.Com

Dalam rangka mempromosikan potensi-potensi alam, dan budaya khas Kabupaten Sintang kepada masyarakat luas, Pemerintah daerah itu gelar Kelam Tourism Festival tahun 2019.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang yang dipercaya menggelar acara itu, Senin (8/7) pembukaanya oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati mewakili Gubernur Kalimantan Barat.

Pembukaan di pusatkan di Lapangan Terminal, Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, dan dihadiri ribuan masyarakat termasuk 90 % pejabat pemerintah dan anggota dewan daerah itu hadir berbaur dengan para undangan.

Sambutan Gubernur Kalimantan Barat yang dibacakan Natalia Karyawati mengatakan, Kegiatan ini merupakan penyampaian (promosi-red) potensi daerah kepada masyarakat ramai/luas untuk diketahui.

Sintang memang memiliki peluang besar untuk mendorong kemajuan pariwisatanya, dengan kontur wilayah dan alam yang relatif menantang, tentunya, potensi ini apabila di kelola dengan professional bisa memberikan peluang keuntungan bagi Sintang sendiri, ucapnya.

Masih kata Natalia Karyawati, Membangun pariwisata harus ditopang pembangunan sarana dan prasarana, maksudnya agar wisatawan nyaman berkunjung ke titik wisata dimaksud.

Kemudian, Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam sambutannya menyampaikan tiga hal untuk mencapai Sintang yang Berkelanjutan, “pertama itu adalah upaya konservasi pelestarian lingkungan dimana kita harus menjaga alam, menjaga hutan, menjaga bukit, yang mana tu anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kedua, ekonomi masyarakat haruslah tumbuh, dan yang ketiga adalah adat istiadat, sehingga kalau Konservasi, Ekonomi, Sosial dan Budaya itu bisa seimbang, maka tercapailah Sintang yang berkelanjutan”, kata Jarot.

Selain itu Jarot juga menyampaikan bahwa kegiatan Kelam Tourism Festival tahun 2019 ini dikemas dengan baik yang menunjukkan keseimbangan antara budaya dan alam,

Festival ini adalah festival yang kedua kalinya kita selenggarakan, jadi yang sekarang kita kemas secara seimbang, kita munculkan berbagai pertunjukan, kita munculkan explore keragaman, kekhasan warisan budaya nenek moyang kita, yang kita fokuskan di wilayah bukit kelam dan sekitarnya”, ucapnya

Pada kesempatan tersebut juga Bupati Sintang memberikan arahan untuk berinvestasi dari segi eksplorasi alam tanpa merusak lingkungan, “dalam kegiatan Kelam Tourism Festival ini, kita selenggarakan Bisnis Forum, dimana para investor akan berbondong-bondong untuk mengeksplorasi kekhasan wilayah kita.

Seperti contoh ekspolrasi tumbuh-tumbuhan khas Sintang, yaitu daun sekubak, kakao, kopi, lada, dan kratom, karena ini semua kalau di ekplorasi dan dikembangkan secara berkelanjutan maka tidak akan merusak lingkungan alam yang kita miliki”, tambahnya.

Ada beberapa kegiatan dalam rangka memeriahkan Kelam Tourism Festival tahun 2019 kali ini, semua ini bertujuan dalam rangka untuk menyadari bahwa kita memiliki warisan Bukit Kelam yang begitu indah yang harus di eksplorasi, dan juga untuk menggalakkan perekonomian yang kreatif”, imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Hendrika menyampaikan berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam Kelam Tourism Festival 2019 selama tujuh hari.

Diantaranya, tanggal 8 Juli 2019 hingga 14  Juli 2019 kegiatan Bike to Kelam, Rock Climbing Kelam, Trabas Motocross, lomba marathon 10 Km, Air Soft Gun, Lomba Foto, Lomba Burung Berkicau, dan hiburan rakyat.

Hendrika menjelaskan bahwa ribuan peserta telah mendaftarkan dirinya pada berbagai kegiatan dalam rangka Kelam Tourism Festival 2019 dan juga bakal banyak turis yang berdatangan baik dari dalam negeri dan luar negeri.

Hingga saat ini peserta kegiatan yang telah mendaftarkan sejumlah 1500 orang, selain itu juga, Kelam Tourism Festival ini akan didatangi kurang lebih 1200 wisatawan baik lokal maupun mancanegara, yang dimana kami kemas juga kegiatan Pekan Raya Borneo, Gawai Dayak dan Bisnis Forum”, jelasnya.

“saat ini Pemkab Sintang telah menyusun Marketplan induk pariwisata Sintang, yang dimana akan menjadi acuan dalam melakukan langkah dan tahapan yang sistematis dalam membangun kepariwisataan daerah, dan berharap kepada Kementrian Pariwisata  agar event ini menjadi masuk bagian 100 wonderfull Indonesia”, tutup Hendrika. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan