Hadiri Demo Masak dan Diskusi Kuliner

 Sintang

Bupati Sintang menghadiri Demo masak dan Diskusi Kuliner.

Sintang,KRP.Com

Di berbagai tempat, makan itu bukan sekedar makan, tradisi kita mengatakan “semua urusan bisa diselesaikan di meja makan”.

Kalau sambil makan ini kan, hal-hal sensitif bisa kita omongkan dengan enak ya kan, demikian bupati Sintang dr. Jarot belum lama ini saat menghadiri demo masak dan diskusi kuliner di daerah itu.

Ia juga sebut, makan juga bukan sekedar kandungan bahannya saja tapi di dalamnya juga ada sejarah filosofi, tentang ini, Sintang sangatlah kaya dengan bahan kulinernya, buah-buah lokalnya dengan hasil hutannya, lanjutnya.

Demo masak dan diskusi kuliner yang di gelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang, Selasa (09/04) itu, menampilkan penyajian ulang makanan khas Sintang oleh Chief dari  Restoran KAUM.

Acara itu sendiri, merupakan rangkaian dari kegiatan Explore Sintang a Culinary Journey yang diprakarsai oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Sintang.

Masih oleh orang nomor satu di Sintang itu, masyarakat mestinya sudah mulai berubah dari ekonomi ekstraktif kearah ekonomi kreatif. Dengan kekayaan kuliner yang sangat besar, harusnya Sintang bisa mengeksplorasi bahan kulinernya mulai dari penyajian, pengolahan dan memasarkannya di pentas nasional bahkan internasional.

Jadi, sebagai Kabupaten Lestari, yang sudah beralih ke ekonomi kreatif, termasuk kuliner kita, marilah kita juga bicara soal tempat asal bahan soal, sejarahnya, dan soal wisatanya juga pungkasnya.

Lisa Virgiano selaku Brand Director Kaum the authentic Indonesian restaurant membawa 3 orang kru dapurnya pada kunjungan ke Sintang kali ini. Mereka ialah Executive Chef Kaum, I Wayan Kresna Yasa; Sous Chef Kaum Jakarta,  dan Bar Manager Kaum Jakarta, Pius Hodimure Ebang.

Dia mengakui, Pengalaman 4 hari di Sintang sungguh luar biasa, kami berterima kasih sudah diterima dengan baik, makanan yang sudah dipraktekkan, disajikan, oleh ibu-ibu Sintang sudah kami santap, semuanya sungguh luar biasa.

Kami juga kagum setelah melihat pasar Sintang ternyata kekayaan sumber bahan bahan masakan hutan dan sungai sangat berlimpah, akunya.

Lisa juga mengungkapkan bahwa restoran yang dibuka sejak 2016 itu, sekarang sudah ada 3 outlet di Jakarta, Bali dan Hongkong. Dalam setahun timya biasanya mengadakan kegiatan kunjungan kuliner di seluruh wilayah Indonesia bisa tiga sampai empat kali.

Saya berharap Sintang ke depannya bisa menjadi tempat persinggahan bahkan menjadi sentral tempat pertukaran ide pertukaran kerjasama internasional, akhirnya. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan