Hadiri HUT Desa Solam Raya

 Sintang

Bupati Sintang  dan sejumlah pimpinan OPD  hadir perayaan HUT Desa Solam Raya yang ke – 37.

Sintang,KRP.Com

Bupati Sintang dr H. Jarot Winarno. Ketua DPRD Sintang Florensius Roni dan sejumlah pimpinan OPD Sintang, Sabtu (5/10) hadir perayaan HUT Desa Solam Raya yang ke – 37.

Parayaan yang di laksanakan di lapangan sepak bola desa itu, dihadiri sejumlah besar warganya, Perayaan tahun ini bertema, “ mari satukan tekad, bangun semangat, menuju masyarakat yang madani dan bermartabat”

Bupati Jarot, sebelum menyampaikan sambutannya, menyaksikan dulu tarian kuda lumping yang di persembahkan anak –anak Desa Solam Raya.

Usai pertunjukan itu, Bupati Jarot menyampaikan, bahwa desa Solam Raya yang dulunya Desa Transmigrasi kini menginjak 37 tahun sejak di mekarkan menjadi desa, terbilang cukup tua, akan tetapi desa ini berbeda dengan desa –desa lainnya, kata Jarot mengundang tanya hadirin.

Ternyata, Desa Solam Raya maksud Jarot, beda dari desa lainnya karena termasuk desa unggulan bagi kabupaten Sintang, akan tetapi desa ini sambung Jarot kembali, masih sering terjadi gejolak antara masyarakat.

Desa ini lanjut Jarot, desa yang mempunyai keungulan pembibitan ikan dan sudah terkenal di mana mana, tapi kelemahannya adalah masih suka bergejolak, inilah PR kita kedepan, yakni menciptakan suasana rukun dan damai.

Modal utama untuk mengembangkan desa ini sudah didepan mata, yaitu produsen benih ikan,  tinggal membangun suasana kondusif saja, saran Jarot.

Mudah-mudahan diusianya yang ke 37 ini, sesuai motto perayaan ini, kita bangun rasa saling menghargai, saling menahan diri saling mengayomi sesama masyarakat, itulah kunci desa ini lebih maju lagi, ajaknya.

Disela acara HUTnya Desa Solam Raya ini, salah satu tokoh masyarakatnya Sarwiji (60) yang juga merupakan tokoh perintis dan pengagas menjadi desa Solam Raya pada 2 Oktober tahun 1982.

Seiingat Sarwiji 37 lalu, KUPT menetapkan desa persiapan, yang mana warga mayoritas warganya dari transmigarasi pertama dari Banyumas, Lumajang, Blora, Cianjur, Purwakarta, dan juga penduduk setempat.

Awal pembentukan nama Desa Solam Raya,  diambil dari dua nama dusun, yaitu dusun Sokek dan dusun Laman Natai, yang kala itu terpilih menjadi kepala desa pertama, Soleman sehingga pada tahun 1985

Tiga tahun berjalan, di bentuklah desa defenitif bernama desa Solam Raya, jelas Sarwiji

Mengakhiri perayaan HUT dasa itu, ditandai dengan potong nasi tumpeng oleh bupati Jarot. (Humas/Js).

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan