Hadiri Peringatan Isra Mi’raj

 Sintang

Bupati Sintang, Jarot Winarno didampingi Kapolres Sintang, Ketua Dewan Masjid Sintang, Ketua PHBI Kabupaten Sintang, jajaran pimpinan OPD Hadiri Pringatan Mi’raj.

 

Sintang, KRP.Com-Orang nomor satu di Bumi Senentang, H. Jarot Winarno,  Kamis malam (19/4) hadiri Isra’ Mi’raj di Masjid AL-Amin Jl Lintas Melawi Sintang.

Mendampingi H Jarot, tampak Kapolres Sintang, Ketua Dewan Masjid Sintang, Ketua PHBI Kabupaten Sintang, dan sejumlah pimpinan OPD daerah itu.

  1. Jarot yang juga Bupati Sintang, Dalam sambutannya mengatakan, Peringatan Isra Mi’raj tahun ini memiliki hikmah tersendiri bagi umat islam.

Memang banyak hikmahnya, namun salah satunya yang paling penting adalah, hidup yang penuh cobaan harus kita hadapi dengan sabar, kata Jarot.

Ia menyebut juga, peringatan Isra Mi’raj mengajarkan hijrahnya Nabi untuk memberikan semangat membesarkan sebuah kota yang aman dan tentram.

Jadi kita masyarakat yang tinggal di daerah ini, harus melaksanakan Nabi yaitu menciptakan Kabupaten Sintang menjadi Kabupaten yang madani, tentram, ramah dan makmur.

Rukun, damai, inilah sesungguhnya salah satu makna isra mi’raj, sambungnya.

Bupati menambahkan,  Kabupaten Sintang sekarang ini dalam keadaan aman saja, meski masih banyak sekali kekurangan-kekurangan yang  perlu pembenahan.

Pembenahan kita tahu perlu waktu, tetapi dengan adanya dukungan dari masyarakat, dan doa umat dan masyarakat, mudah-mudahan kekurangan itu aka segera kita wujudkan, terangnya.

Akan peringatan isra’ mi’raj tahun ini, Jarot menyampaikan apresiasinya baik kepada panitia kegiatan yang dihadiri umat begitu antusias.

Ia berharap, peringatan isra’ mi’raj ini, dapat memberikan dampak positif terhadap akhlak kita semuanya.

Masih dalam kesempatan itu, Bupati Sintang berpesan kepada generasi muda supaya dapat mencermati isi tausyiah Ustadz Habib Muhammad.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Al-Amin Sintang, Amin Sodik mengungkapkan bahwa tujuan peringatan isra mi’raj ini dilaksanakan untuk mempersatukan umat islam di Kabupaten Sintang.

Sebagaimana tema yang diusung yaitu “bersatu dalam keberagaman untuk meningkatkan ukhuwah islamiah menuju masyarakat Kabupaten Sintang yang berakhlakul karimah”, kata Amin Sodik.

Sementara sebelumnya, tamu khusus pada peringatan Isra Mi’raj tahun ini, Ustadz Habib Muhammad bin Abdurrahman Al-Qadrie, mengisi tausyiah tentang makna dari Isra Mi’raj 1439 Hijriah tahun 2018.

Ustadz Habib Muhammad menjelaskan apa itu Isra dan Mi’raj, “Isra’ ialah perjalanan Nabi Muhammad SAW di waktu malam dari Masjid al-Haram Mekah ke Masjid al-Aqsha di Palestina,  dan Mi’raj adalah naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsha ke langit sampai ke Sidrat al-Muntaha, terus sampai ke tempat yang paling tinggi untuk menghadap kepada Allah.

Jadi, Isra Mi’raj merupakan perjalanan Nabi pada malam hari dari Masjid al- Haram ke Masjid al-Aqsha kemudian dilanjutkan ke Sidrat al-Muntaha guna menghadap kepada Allah SWT”, kata Ustadz Habib

Akan tetapi sambungnya, yang paling penting dalam memaknai Isra’ Mi’raj adalah bagaimana manusia bisa merubah diri sendiri agar menjadi lebih baik.

Bukan merubah bentuk wajah, bukan merubah bentuk badan kita, akan tetapi memaknai Isra’ Mi’raj adalah, merubah segala akhlak kita untuk menjadi yang lebih baik lagi.

Serta ibadah kita juga harus ditingkatkan, dan juga kita diwajibkan untuk sholat 5 waktu dalam satu hari”, tuturnya. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan