Hari ini, Debat Cabup-cawabup Sintang Digelar

 Sintang

Tampak panggung debat cabup – cawabup Sintang dan tempat duduk audien yang terbatas di gedung Pancasila Sintang (1/12/2020).

Sintang, KRP.Com

Debat publik Cabup – cawabup Sintang, hari ini 1 Desember 2020 pukul 19.00 akan digelar di gedung Pancasila daerah itu.

Cabup – cawabup Sintang sebagaimana diketahui ada 3 paslon antara lain, Paslon 1, H. Jarot Winarno – Yosef Sudiyanto, Paslon 2, Askiman – Hatta dan Paslon 3, Yohanes Rumpak – Syarifuddin.

Beberapa hari lalu, Ketua KPU Sintang Hazizah menyatakan, Debat publik Cabup cawabup Sintang akan dilaksanakan 1 Desember 2020 pukul 19.00 dan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan covid 19 termasuk jumlah orang yang masuk ruangan debat.

Yang wajib / dikhususkan ada dalam ruang debat selain paslon adalah, penyelenggara pemilukada, penelis, atau jumlah keseluruhan dalam gedung kurang lebih sekitar 20 – 25 orang.

Harapannya, Debat berjalan lancar aman dan tertib, serta apa yang diperdebatkan sesuai materi dan aturan debat KPU, para kandidiat baik cabup dan cawabup melalu siaran RRI Sintang dapat melaksanakannnya dengan baik yang kemudian menjadi dasar/alasan masyarakat Sintang memilih bupati – wakil bupati bupati Sintang 9 Desember 2020 jelasnya.

Pengamat pemilukada lokal, Henrison Gunawan dari Komunitas Daerah Aliran Sungai (K-DAS) mengatakan, Debat publik cabup-cawabup Sintang akan berlangsung sengit disebabkan kesan pilkada Sintang dua paslon versus satu paslon.

Kesan itu terasa, tidak lain karena paslon 1 dan 2, Cabupnya sama-sama petahana, pecah kongsi, sementara paslon 3 pemain baru dan dalam tiap kampanyenya masyarakat antusias.

Jadi bukan tidak mungkin, apa yang terjadi dilapangan selama kampanye ditempat berbeda, diangkat dalam debat, lalu membuat petahana pontang panting cari jawaban/bantahan, katanya.

Kita tahu, Paslon 3 ngetol suarakan perubahan, perbaikan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat dalam hal ekonomi, sementara paslon 1 dan 2 dalam kampanyenya, kesananya hanya mengajak masyarakat untuk memilih pasangannya untuk jadi bupati 2 periode, ini yang ditangkap masyarakat, sambungnya.

Dugaan saya mudah-mudahan meleset, jika dalam debat nanti malam dimunculkan kesan-kesan ini dan fakta-fakta yang disampaikan masyarakat saat kampanye dan dijawab dengan alasan-alasan ini – itu dalam bahasa lain, maka inilah sengitnya, debat judul Sintang baru versus keinginan bupati 2 periode, bisa terkuak dan memalukan paslon lain.

Tapi saya yakin hari ini, masyarakat Sintang sudah cerdas, sehingga debat tidak begitu penting, mereka sudah dengar sendiri dari masing-masing paslon, siapa yang ambisi jadi pemimpin dan yang tulus bangun Sintang, ujarnya.

Sementara Tim BP PDIP provinsi Kalbar, Drs. Yakobus Kumis MH, mengenai debat cabup cawabup Sintang hari ini menurutnya, tidak akan mempengaruhi niat dan tekad masyarakat Sintang yang ingin perubahan.

“Ingin perubahan dimaksud, bukan kata saya tapi masyarakat yang ungkapkan sendiri dalam kampanye”, bahkan masyarakat tak segan sebut alasannya, misalnya, bupati lama janjinya tidak ditepati.

Yang menginginkan perubahan itu bukan saja satu dua tempat, tapi 14 kecamatan, mereka perkenalkan diri saat mereka menghadiri kampanye, perwakilan katanya.

Mereka juga sebut identitasnya, asalnya, misalnya daerah transmigrasi, bahkan mereka sebut, pilkada Sintang bukan memilih pemimpin agam, suku, tapi memilih pemimpin daerah, yang siap membangun tanpa janji, tiru Yakobus.

Jadi sudah jelas sekali dan nyata mengapa Sintang ingin dipimpin bupati baru, muda, energik, perpengalaman lagi putra daerah.

Maka debat cabup cawabup itu, biarlah berlangsung, toh, paslon 3 Yohanes Rumpak-Syarifuddin, akan mececar habis kedua paslon itu didengar masyarakat.

Saya menduga Paslon 1 dan 2 akan mengeroyok paslon 3 tapi dikeroyok –pun percuma karena Yohanes Rumpak – Syarifuddin sudah mengetahui persis apa yang akan mereka paparkan, fakta lapangan selama 5 tahun hancur lebur.

Kalau boleh beri saran lanjut Sekjen MADN itu, dalam debat ananti, sebaiknya ada pengakuan ketidakmampuan dan minta maaf kepada masyarakat Sintang atas tidak terealisasinya janji 2015-2019, itu lebih terhormat daripada berkelit di acara debat, malu kita sebagai mantan pejabat.

Mari tiru Sukarno dan Jokowi, ada kegagalannya diakui kepada rakyat, itulah hebatnya sikap orang jawa, banyak suku indonesia memujinya, jangan seperti yang kejadian di Sintang ini, sudah dianggab warganya gagal, masih ngotot minta dipilih.

Tapi sekali lagi, warga Sintang sudah cerdas, maka kita tunggu saja jalannya debat malam nanti, tutup politikus PDIP Kalbar itu. (Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan