Himpun Masukan dari Masyarakat, Pemkab Sintang Gelar Konsultasi Publik

 Sintang

Pemkab Sintang Gelar Konsultasi Publik

Sintang,KRP.Com

      Guna menyusun program kerja tahun 2020 yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan  masyarakat, Pemkab Sintang, Jumat (1/3) gelar konsultasi public di Pendopo bupati daerah itu.

Acara ini di gelar seiring akan dilaksanakannya Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) mulai dari Desa dan Kecamatan.

Kartiyus Kepala Bappeda Kabupaten Sintang menyampaikan, Konsultasi public ini wajib dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Pemda Sintang menyerap aspirasi masyarakat.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) silakan catat usulan masyarakat dan masukkan ke dalam program kerja, katanya.

Karyus melanjutkan, Pada 11-18  Maret 2019 nanti akan ada Forum OPD dan Camat, Camat menyampaikan aspirasi masyarakat kepada seluruh OPD berdasarkan hasil musrenbang tingkat desa dan kecamatan.

Hasil Forum OPD ini akan dibawa pada pelaksanakan Musrenbang tingkat Kabupaten Sintang pada 21 Maret 2019 terang Kartiyus.

Masih menurut Kartyus, APBD Kabupaten Sintang untuk 2020 masih sama yakni 1,9 triliun. Namun kalau ditambah dengan anggaran perubahan akan menjadi sekitar 2 triliun.

Kita juga sudah siapkan anggaran untuk Pilkada Sintang karena memang harus dibiayai APBD sekitar 50 milyar.

Tahun 2020 Sintang menjadi tuan rumah pelaksanaan Kabupaten Temu Lestari tingkat nasional.

Tahun 2020 belanja tidak langsung akan bertambah karena penerimaan CPNS dan P3K, jelasnya.

Mengenai tantangan terbesar pemkab Sintang kedepan ungkap Kartyus adalah menurunkan angka kemiskinan.

Ia juga sebut, negara sudah membantu warga miskin dengan  memberikan  PKH dan tunjangan lansia.

Biaya hidup di Kabupaten Sintang menjadi kabupaten termahal di Kalbar. dan biaya hidup paling murah di Kayong Utara. Maka masyarakat Sintang harus segera bergerak ke ekonomi kreatif terang Kartiyus.

Bupati Sintang dr H Jarot Winarno menyampaikan bahwa konsultasi publik ini bukti bahwa kita mendengarkan masukan dari masyarakat sebelum kita sahkan.

Tahun 2020 kita sebut sebagai tahun pengembangan. Beberapa isu yang kita perhatikan tahun 2020 adalah isu produktivitas pertanian, produktivitas pelaku bisnis, produktivitas sektor jasa dan produktivitas ASN.

Ada juga isu lingkungan, penurunan angka kemiskinan, sawah dan daerah kumuh, isu pelayanan publik.

Ombudsman Kalbar pada 2018 menilai Sintang masih merah dengan nilai 42. Yang bagus hanya Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu saja.

Ekonomi yang mengeksploitasi sumber daya alam akan kita geser ke ekonomi kreatif. Reformasi birokrasi tetap kita lanjutkan. Kita juga berupaya menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan lingkungan” terang Bupati Sintang.

Bupati Sintang juga menyampaikan informasi bahwa untuk mendukung pembangunan Pos Lintas Batas Sungai Kelik, pemerintah pusat akan membangun  Puskesmas megah  di Desa Jasa, jalan ke Sungai Kelik juga akan dibangun, PLN juga akan menyambung kabel dari Senaning ke Sungai Kelik, sinyal telekomunikasi juga baru 3G hanya untuk SMS saja akan ditingkatkan ke 4G.

Jembatan Ketungau 2 tahun ini harus selesai karena dana sudah siap, rangka baja juga siap. Jembatan Sungai Sekapat juga akan mulai dibangun.

Jembatan di Seputau Tiga juga akan kita bangun tuntas. Arah Kebijakan RKPD 2020 adalah memperkuat sinergi antara Kabupaten-Kecamatan-Desa, efisiensi anggaran, keberlanjutan pembangunan  sehingga program/kegiatan menjadi tuntas

TMMD 2020 akan kita laksanakan di Sungai Kura sampai ke Bukit Saran dengan membangun jalan karena  akan dibangun jalur PDAM.

Lokasi yang kedua adalah pembangunan jalan dari Nanga Laar menuju Tanjung Miru di Kayan Hulu.

Tahun 2019 ini Taman Bungur dan Taman Entuyut segera tata lebih layak anak dan lebih modern” tambah Bupati Sintang. (HUmas/Js)

————————————————–

 

Usulkan Peternakan Sapi

 

Sintang, KRP.Com

Edy Sunaryo dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sintang, pada acara konsultasi publik Pemkab Sintang belum lama ini menyarankan agar pengembangan ekonomi kerakyatan harus dikembangkan misalnya pengembangan sapi ternak.

Hal itu ia sampaikan mengingat kebutuhan daging sapi di Sintang masih impor dari daerah lain.

“Saya usulkan di Sintang ada pasar hewan untuk Sapi supaya menggairahkan para peternak di Sintang, sambungnya.

Ia juga menyayangkan bahwa daerah itu belum punya produk unggulan untuk oleh oleh para pengunjung daerah. Mohon ada motivasi kepada  masyarakat agar mau memproduksi oleh oleh selain kue semprong” saran Edy Sunaryo.

Zaitun Aktivis Disabilitas mengingatkan agar Pemkab Sintang memperhatikan kaum disabilitas. “Mohon kepada pemerintah desa agar ada alokasi ADD untuk usaha kaum disabilitas sehingga mereka juga bisa memiliki pendapatan dan usaha.

Belum ada sekretariat dan bantuan dana  untuk para pengurus disabilitas di Kabupaten Sintang” saran Zaitun

Ustad Edy Toni dari Kopas KOPAS ( Koalisi Organisasi Peduli Anak Sintang ) menyampaikan ungkapan terima kasih akan adanya rencana menata Taman Bungur dan Taman Entuyut.

Namun lanjutnya, harus memperhatikan indikator layak anak. Kami juga minta penguatan sosialisasi pentingnya ASI eksklusif, maksimalkan juga tengah kesehatan yang merata. Mulai perhatikan rute aman sekolah dan sekolah ramah anak” saran Ustad Edy Toni.

Bupati Sintang dr H Jarot Winarno menjawab semua usulan, keluhan kekurangan stok daging sapi. Justru memberi saran program satu hektar kebun sawit bisa ditumpangi dua ekor sapi bali bisa kita laksanakan.

Sebenarnya lanjut jarot, Sintang bisa surplus daging sapi karena Sintang memiliki 160.000 hektar kebun sawit.

Kalau bisa ditumpangi sapi bali 2 ekor per hektar, maka hasilnya luar biasa, katanya. (Humas/Js)

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan