Jalan Provinsi Rusak Berat,                         Gubernur dan Bupati Turun ke Lapangan

 Sintang

Gubernur Sutarmidji bersama Bupati Jarot Winarno saat meninjau ruas jalan status milik Provinsi Kalimantan Barat

Sintang,KRP.Com-Saat ini, ruas jalan di Kabupaten Sintang 80 persen masih berkontur tanah, jalan apabila di aliri air akan hancur dan becek.

Tak terkecuali jalan milik provinsi dan kabupaten, ini situasi nyata di daerah ini dan tentunya hal ini menjadi hambatan arus lalu lintas jasa dan ekonomi bagi masyarakat.

Entah oleh kondisi infrastruktur itu, Jumat (25/1) Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji telah meninjau sejumlah ruas tanggungjawab provinsi didampingi Bupati Sintang, H. Jarot Winarno.

Salah satu ruas yang di tinjau kedua pejabat Kalbar itu adalah, ruas di Desa Simba Raya, Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang.

Gubernur Sutarmidji mengakui, ruas jalan Simba Raya memang sangat memprihatinkan, akan tetapi hal tersebut tinggal teknis dilapangan saja, ucapnya kepada sejumlah media.

Saya lihat, sambung gubernur, sepanjang jalan hanya masalah teknis saja, yaitu konstruksi jalannya,  jadi, misalnya jalan itu harus ada turap sisi kiri dan kanan baru kita kasi beton.

Kalau beton saja tanpa penahan beban, jalan akan cepat hancur, timpalnya.

Percuma saja kalau kita bangun tanpa memperhatikan teknisnya, sama saja tahun ini kita bangun, tahun depan sudah hancur lagi, maka ini perlu diperhatikan dengan benar”, kata Gubernur.

Menurut Gubernur,  walaupun beton itu menggunakan molen atau pakai readymix, syarat menggunakan klasifikasi mutu beton dengan kelas K300 dan K350 wajib dengan penahan baru bisa menanggung berat beban diatas 25 ton, kalau tidak sesuai, ya… tidak bakal pernah kita nikmati jalan yang berkualitas, singgungnya.

Oleh sebab itu Saya minta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Barat untuk mengerjakan ruas jalan Provinsi di Kabupaten Sintang tidak asal-asalan.

Jangan asal bangun, satu bulan jalannya bagus habis itu hancur lagi, pokoknya kalau sudah di beton saya minta pihak Universitas Tanjungpura Pontianak untuk menguji langsung betonnya, tegasnya.

Ia mencontohkan, di kota Pontianak, oleh karena menerapkan konsep/prinsip seperti yang ia sarankan, hasil tahan sampai sekarang, sehingga masyarakat puas.

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan bahwa ruas jalan dari Sintang-Binjai Hulu-Ketungau Hilir-Ketungau Tengah-Ketungau Hulu merupakan jalan menuju perbatasan.

Panjanganya mencapai Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sungai Kelik 231 Kilometer.

Sementara Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2019, tentang percepatan pembangunan PLBN sudah keluar.

Jadi perlu diketahui sambung Jarot, bahwa mulai tahun 2018 jalan ini merupakan status milik jalan Pemprov Kalbar yang Sknya di terima pemkab Sintang tahun 2017 lalu.

Sebelumnya kita terima Sknya, Pemkab Sintang sempat mengalokasikan untuk memperbaikinya mulai dari jembatan Kapuas hingga Desa Simba Raya ini, tetapi mulai 2018 jalan ini berubah status menjadi ruas Provinsi, jelasnya.

Masih dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan harapannya kepada Gubernur bahwa Dana Alokas Khusus (DAK) Provinsi sudah masuk kurang lebih 11 Miliar Rupiah agar dimasukkan kedalam perencanaan pembangunan jalan dari Sintang ke ibukota Binjai.

Kemudian bisa juga membantu menangani titik kritis di Desa Pedadang dan Desa Semubuk Kecamatan Ketungau Hilir.

Kalau kita bisa menjaga ruas jalan Pedadang dan Semubuk maka arus lalu lintas tiga kecamatan akan berjalan dengan baik”, harap Bupati Sintang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, Murjani mengatakan ruas jalan milik Pemprov Kalbar itu total panjangnya 238,97 kilometer.

Titik nolnya mulai dari Simpang Balai Sepuak ke Semubuk sepanjang 45 Kilometer, kemudian dari Semubuk ke Sintang 58,7 Kilometer.

Untuk wilayah Simpang Medang-Nanga Mau sepanjang 37 kilometer, Nanga Mau-Nanga Tebidah sepanjang 30 Kilometer.

Masih ada beberapa wilayah lainnya yang merupakan status milik Provinsi, kata Murjani.

Murjani menjelaskan bahwa ada empat kategori kepemilikan hak dan status jalan di Kabupaten Sintang beserta panjangnya, “ruas jalan nasional itu sepanjang 198,09 Kilometer, ruas jalan Provinsi totalnya 238,97 Kilometer, ruas jalan Kabupaten totalnya 2.289,62 Kilometer, ruas jalan desa dan non-status sepanjang 2.107,60 kilometer. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan