Jarot Masukkan Transmigrasi ke Ketungau ???

 Sintang

Syamsudin Jagad.

Sintang, KRP.Com

Entah program ini (transmigrasi-red) dipersiapkan dalam rangka menghadapi Pilkada 2020 ini, atau memang karena kebutuhan kab Sintang, nyatanya belum banyak yang tahu tentang rencana ada program transmigrasi ke Ketungau Kab Sintang.

Rencana yang sudah dibuat pada tahun 2017 lalu itu, lokasi dan surat – surat kepada yang terkait, diantaranya, Surat Usulan Bupati Kabupaten Sintang kepada Gubernur Provinsi Kalimantan Barat tentang Usulan Penetapan Kawasan Transmigrasi Nomor 595/0992/Disnakertrans-B.3/2017 Tanggal 24 Maret 2017

Surat Usulan Bupati Kabupaten Sintang kepada Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi tentang Usulan Penetapan Kawasan Transmigrasi Nomor 595/0993/Disnakertrans-B.3/2017 Tanggal 24 Maret 2017

Rekomendasi Teknis dari Bappeda Kabupaten Sintang bahwa Kawasan Transmigrasi yang diusulkan telah disinkronkan dengan Tata Ruang Kabupaten Nomor 050/129/III-Bappeda/2017 Tanggal 17 Maret 2017

Rekomendasi Gubernur Provinsi Kalimantan Barat untuk Usulan Penetapan Kawasan Transmigrasi Nomor 595.1183.1/NT.PKPT.I/2017 Tanggal 25 Juli 2017.

Menurut informasi yang diterima media ini Kamis (5/11), surat – surat ini benar sudah kirim dari dan ke kepada tujuannya, hanya respon dari surat tersebut belum diketahui sumber media ini.

Akan tetapi, ketika media ini meminta komentar salah satu tokoh masyarakat Ketungau, Syamsudin Jagd, Jumat (6/11) mengatakan bahwa wacana akan ada transmigrasi ke Ketungau masih dalam perdebatan masyarakat.

Diantaranya, perdebatan apakah transmigrasi yang dimaksud dari luar daerah Sintang atau transmigrasi lokal, seputar itu dulu perdebatannya, sambungnya.

Akan tetapi lanjut Dia, agar rencana tersebut tidak menimbulkan penafsiran berbeda – beda dikalangan masyarakat, sebaiknya dikaji ulang oleh pemerintah sebab rencana itu belum disosialisasikan dengan masyarakat daerah penerima (Ketungau Hulu-red).  

Syamsudin tidak menolak program transmigrasi ke Ketungau Hulu, namun agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari, perlu ada kajian apakah daerah itu membutuhkan atau tidak, sebab kata Syamsudin, pemberdayaan masyarakat setempat jauh lebih tepat, daripada mendatangkan warga lain daerah, yang disebut transmigrasi.

Markus (43) warga Ketungau Hulu, dihari yang sama juga mengungkapkan hal yang sama, bahkan Markus mengaku kaget sebab tidak tahu kalau surat – surat terkait rencana itu sudah dilayangkan pemerintahan Jarot 2017.

Aneh lanjut Markus, kenapa pemerintah saat itu tidak sosialisasi dulu kepada masyarakat setempat apakah menerima atau menolak, tidak-kah  adanya transmigrasi mesti jelas dulu alasannya, tanya Markus.

Alasan apa pemerintah membuat program transmigrasi, transmigrasi dari mana, apa yang akan dibuat warga itu di daerah tujuan, menurut saya hal ini harus jelas dulu  kepada kami, ujarnya.

Maka Markus kemudian beri masukan kepada masyarakat Sintang dan masyarakat Ketungau Hulu khususnya yang mengetahui rencana ini segera menyikapinya agar dikemudian hari tidak menyesal (Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan