Kadishub Buka Festval Bidar

 Sintang

Buka Festival Bidar

Sintang,KRP.Com

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang Drs. Hatta,M.Si, mewakili bupati/wakil bupati Sintang, buka festival Bidar Race Kesultanan Sintang di kawasan Taman Bungur Sintang, Sabtu (6/4).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 1205/Sintang, Sultan Sintang, Kepala Bappenda Kabupaten Sintang, Ketua Koni Kabupaten Sintang dan tamu undangan lainnya.

Hatta mengatakan, Pemerintah Sintang sangat mengapresiasi di gelarnya festival Bidar Race Kesultanan Sintang yang merupakan wujud pelestarian tradisi peradaban masyarakat dahulu yang menggunakan sampan dalam berbagai kegiatan.

Selain itu, di era madorn ini, kegiatan ini juga bermanfaat buat pemersatu, kesehatan sebagaimana visi pemerintah, bahkan mengubahnya menjadi even perlombaan, kata Hatta.

Untuk itu kegiatan ini di harapkan dapat memasyarakatkan olahraga sampan tradisonal seraya berhasil menjaring bibit-bibit atlit lomba sampan.

Saya berharap, kegiatan  ini dapat terus kita pertahankan sebab juga sebagai hiburan, harap Hatta.

Ketua Panitia kegiatan Musliadi mengatakan, kegiatan festival Bidar Race Kesultanan Sintang tahun ini di ikuti 88 peserta dari empat kabupaten yakni Sintang 32 club, Melawi 1 club, Sekadau 52 club dan Sanggau 1 club.

Sistem lombanya terdiri dari 24 race untuk babak penyisihan, dalam satu race itu terdiri dari 4 team sampan dengan 8 pendayung utama dan 2 cadangan, jelas Mus biasa di sapa.

Musliadi menambahkan, para pemenang nanti akan mendapatkan uang pembinaan yakni untuk Juara 1 sebesar 10 juta dan 10 karung beras, juara 2 mendapatkan uang pembinaan 8 juta dan 10 karung beras, juara 3 mendapatkan uang pembinaan 6 juta dan 10 karung beras serta untuk juara 4 mendapatkan uang pembinaan 4 juta dan 10 karung beras.

Sementara itu Sultan Sintang Pangeran Ratu Sri Negara HRM Ikhsan Perdana mengatakan, Selain sebagai upaya untuk menjaring bibit-bibit atlet sampan bidar yang nantinya bisa ikut dalam event-event besar sampan bidar, kegiatan ini juga sebagai upaya mempertahankan tradisi yang sudah sejak lama ada.

Hampir semua Kerajaan/Kesultanan di Kalbar ini menjadikan sampan bidar sebagi sebuah tradisi yang di perlombakan, salah satunya Kesultanan Sintang ini.

Maka itu, lomba sampan ini selain sebagai bentuk pelestarian juga pengembangan wisata air sungai, sehingga kelak wisata sungai Sintang mendapat kunjungan, ujar Sultan.

Masih dalam kesempata itu, Sultan juga usul agar di kembangkan dan di lestarikan lomba Perahu Kemudi Sorong.

Perahu kemudi sorong ini sudah tidak lagi diadakan sejak 2011 lalu, sehingga ini bisa jadi perhatian pemerintah untuk kembali diadakan, pinta Sultan. (Humas/Js)

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan