Kenalkan Harvester Combine

 Sintang

Bupati Sintang dr. H. Jarot memperkenalkan harvester combine kepada kelompok tani di UPT. BPP Kelam Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang.

 

Sintang. KRP. Com-Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, memperkenalkan Harvester Combine kepada kelompok tani di UPT.BPP Kelam Kecamatan Kelam Permai Sintang Kamis siang (5/4/18).

Harvester Combine adalah, sebuah alat / mesin panen kombinasi yang bisa meningkatkan kualitas, produktivitas petani sehingga waktu yang mereka gunakan bisa  terkurang dari biasanya.

Jarot berharap, dengan banyaknya sisa waktu petani karena bantuan alat ini, maka nantinya sisa waktu mereka bisa menyiapkan untuk hal lain.

Jarot menjelaskan, Kelam Permai kedepan bisa jadi lumbung padinya Sintang bahkan lumbung padinya Kalbar asal menurutnya petani memenuhi syarat 3 L.

Pertama, Lebih luas, lebih banyak dan lebih sering,  jadi, luas tanamnya inikan baru 2.000 hektar, untuk tahun ini menjadi 3.500 hektar tiap tahun bertambah terus,  kata Jarot.

Ia juga lanjutkan, Maksud Lebih banyak, Angka produktivitas nasional saat ini, sekitar 5 sampai 6 ton per-hektar, namun untuk Sintang  baru 2 sampai 3 ton per-hektar.

Yang ketiga lebih sering, Menurut Jarot adalah, Jangan satu tahun tanam satu kali, dibanyak tempat rata-rata sudah dua kali satu tahun, bahkan di Baning Panjang dan di Sungai Maram, sudah tidak ada hari tanpa tanam, selesai panen tanam selesai panen tanam yaaa, ungkapnya.

Kemudian saya ingatkan petani, Sekarang ini sudah good agriculture practices (bercocok tanam yang berkelanjutan), bercocok tanam yang baik mulailah dari memilih benih, memilih pupuk, memilih pestisida.

Tidak menganggu tanah gambut, tidak mengganggu merusak kawasan hutan,  petani Kelam Permai ini haruslah sebagai contoh buat Sintang lainnya, bahkan contoh buat Kalbar, pesan Jarot.

Sementara itu Kepala Balai UPT.BPP Kelam Permai Suhaidi mengatakan, harvester combine ini tiba tahun 2017 lalu dan alat tersebut merupakan anggaran 2017 bantuan dari kementrian pertanian.

Alat ini saat datang, kondisi/umur padi belum bisa di panen, jadi baru kita gunakan sekarang, ujar Suhaidi.

Suhaidi melanjutkan, Alat ini bersama pak bupati inilah saatnya diperkenalkan kepada petani dan pengurus-pengurus kelompok tani yang ada di sekitar Kelam ini.

Mengenai keunggulan harvester combine ini keluar sudah bentuk gabah, alat ini beroperasi secara otomatis di lengkapi penebas, dan perontok, kalau di BPP ni lahannya 3,4 hektar  jika cuaca bagus serta tanahnya tidak lembek, oleh alat ini kurang lebih selama 3 jam sudah jadi gabah, jelas Suhaidi.

Suhaidi menambahkan, Alat ini kedepan akan disewakan dengan sistem perkilo gabah.

Perkilo sekitar 400 rupiah. “jadi kalau dia satu ton kan hanya 400 ribu, rincinya.

Suhaidi menambahkan, Kalau memang di kalkulasikan dapat tiga ton umpamanya, tidak sampai dua juta tiga juta, padahal kalau petani pakai manual, upah 10 orang tidak selesai satu hari dengan asumsi upah kalau ibu-ibu 50 ribu perhari.

Kegiatan tersebut turut di hadiri Dandim 1205 Sintang, mewakili Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Staff Ahli Bupati Sintang, Kepala Bagian Humas Dan Protokol Setda Sintang, kelompok tani se kecamatan Kelam Permai dan unsur terkait lainnya. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply