Komisi C DPRD Sintang Dukung Sistim Zonasi SLTP

 Sintang

Sandan, Ketua Komisi C DPRD Sintang.

Sintang, KRP.Com

Ketua Komisi C DPRD Sintang Sandan, Serius dukung, kawal dan pantau terus pelaksanaan proses pendidikan di Kab Sintang, termasuk program baru pemerintah sistim zonasi tahun ajaran 2020 yang sudah dimulai tahun lalu bagi sekolah menengah pertama (SLTP).

Sandan menyebut, pihaknya selaku Komisi C yang membidangi pendidikan akan berupaya tingkatkan koordiansi dengan pemerintah terkait program zonasi itu supaya sesuai dengan tujuannya.

Koordinasikan soal bangun unit sekolah baru, sarana, tenaga guru termasuk fasilitas lingkungan sekolah baik dalam kelas, sambung Sandan, saat ditemui KRP usai hadiri dan sebagai nara sumber di pertemuan pemerintah dengan pengusaha (10/12) di Aula Bappenda daerah itu.

Anggota dewan Dapil Serawai – Ambalau itu melanjutkan, Sisitim zonasi bagi SLTP dari sisi penyelenggaraan pendidikan sangat baik sebab dengan sisitim itu maka akan berdiri/dibangun sekolah – sekolah di pedalaman/daerah terluar.

Dengan dibangunnya sekolah – sekolah itu maka secara otomatis masyarakat yang membutuhkan pendidikan jadi dekat bahkan sekaligus menjawab secara ekonomi apabila menyekolahkan anak jauh dari lingkungannya, seperti biaya transportasi dan biaya kos, tidak lagi beban bagi orangtua.

Sandan bahkan mencontohkan masyarakat di dapilnya Serawai – Ambalau, sebelum zonasi diberlakukan beban ekonomi sekolahkan anak tinggi, sementara setelah diberlakukan zonasi, masyarakat mengakui terbantu.

Oleh karena itu pesan Sandan, masyarakat atau calon orangtua murid yang hendak masuk SLTP, jangan lagi berpikir akan sekolahkan anak jauh-jauh ke kota atau tergiur sekolah faforit atau istilah lainnya.

Percayalah, sekolah yang dibangun pemerintah sekarang sejek sistim zonasi SLTP yang diberlakukan, akan segera dilengkapi sarananya dan fasilitasnya baik tenaga pengajarnya, sebab seokolah itu dibangun adalah untuk pemerataan dan mendekatkan masyarakat dengan pendidikan, bukan yang lain, pesannya.

Bahkan kepada setiap pemerintah di semua tingkatan, komite sekolah, Ketua BPD, Kepala Desa, Sandan meminta agar aktif  ikut mensosialisasikan sistim zonasi sekolah tersebut di daerahnya agar masyarakat daerah itu tidak menyekolahkan anaknya jauh ke kota yang belum tentu lebih bagus daripada sekolah baru di daerah itu sendiri.

Tidak hanya sebatas permintaan ikut mensosialisasikan, Sandan pun dengan tegas pula ingatkan Kepala Desa bahwa Dana Desa (DD) boleh saja digunakan ke sekolah baru dalam bentuk pembangunan jalan masuk lingkungan sekolah atau bahkan fasilitas yang dibutuhkan.

Terkait dukungan DD tersebut untuk sekolah, Sandan berjanji akan memfasilitasi kepada para pihak apabila ada yang belum jelas terkait penggunaan DD tersebut.

Intinya ujar Sandan, semua potensi yang ada di desa hingga pusat, sudah sepakat bidang pendidikan prioritas dibangun, jadi tidak ada alasan bagi kepala Desa misalnya membiarkan suatu sekolah tidak beroperasi oleh karena kekurangan sarana, sementara DD ada.

Jadi, bagi Komisi C DPRD Sintang, khusus mengenai pendidikan akan selalu berkomunikasi dengan pemerintah bahkan akan mensuport pemerintah daerah aktif komunikasi ke pemerintah pusat mengupayakan (Lobi) dalam rangka pembangunan pendidikan /sekolah yang perlu dibangun oleh karena geogrfis dan kebutuhan.

Bahkan seluruh anggota komisi C ungkap Sandan, sepakat akan mengawal dan mengawasi proses pembangunan sekolah-sekolah di Sintang seraya aktif mengkomunikasikannya kepada Dinas Pendidikan, tutup anggota DPRD Sintang kali ke dua periode itu. (Js)   

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan