Lakukan Penancapan Tiang Pertama GKE

 Sintang

Bupati Sintang, Jarot Winarno, saat melakukan penancapan tiang pertama Gedung Gereja Kalimantan Evangelis jemaat Bukit Sion di Desa Nanga Toran Kecamatan Kayan Hulu.

Sintang,KRP.Com-Bupati Sintang, dr. Jarot  Winarno melakukan penancapan tiang pertama Gedung Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) jemaat Bukit Sion di Desa Nanga Toran Kecamatan Kayan Hulu Sintang, Minggu (04/11/2018).

Jarot pada acara itu pertama menyebut bahwa pembangunan gereja itu harus inklusif, semua harus sama-sama maju, “semua kita bangun, membangun dari pinggiran, tidak cuma di kota, tidak bedakan suku dan agama,” katanya.

Setelah menjelaskan banyak hal terkait pembanguan rumah-rumah ibadah, pembangunan infrastruktur, Jarot mengatakan ke Tanjung Biru di tahun 2019, harus bisa di lalui jalan darat, hal itu terjadi setelah Pemkab Sintang bekerja sama dengan TNI, dari Kodam XII.

Ketua Sinode Resort GKE Wilayah II sekaligus Wakil Ketua DPRD Terry Ibrahim menyampaikan rasa bangganya terhadap jemaat Bukit Sion Nanga Toran, atas upaya swadaya yang dilakukan masyarakat yang nilainya hampir 50 persen dari dana anggaran.

Perkembangan dan pembangunan gereja oleh jemaat, di Dusun Rambon Desa Nanga Toran ini luar biasa, puji Terry.

Jemaat yang seperti ini kita dukung, sudah memulai membangun secara mandiri terlebih dahulu, yang lain tinggal menambahkan, melengkapi saja, tambahnya. 

Saya berharap 2019 dapat diundang lagi untuk meresmikan bangunan gereja yang baru ini, Saya harap jemaatnya akan lebih bersemangat dalam beribadah,” kata Terry lagi.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Nanga Toran, A. Belong menyampaikan gambaran kondisi desa yang ia pimpin.

Ada beberapa persoalan yang masih sangat penting di sini, antara lain kata Belong, air bersih, listrik, dan tempat pelayanan kesehatan.

Dalam aspek keagamaan, desa ini telah memiliki 4 gereja dan 2 buah bangunan masjid, khusus jemaat GKE mengalami perkembangan sangat pesat, sejak berdiri tahun 1972 jemaat berjumlah 22 kepala keluarga, menjadi 68 kepala keluarga dari 267 kepala keluarga yang ada di Nanga Toran. 

Terkait dana pembangunan rumah-rumah ibadah di Desa Ng Toran, di upayakan dari Dana Desa (ADD) dan aspirasi anggota dewan perwakilan rakyat.

Bahkan lanjut Kades, pihaknya juga membarter kerja pada hari-hari tertentu dengan perusahaan sawit yang ada di dekat desa untuk mengumpulkan dana. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan