Luar biasa, Paslon 3 Nyata Menjadi Tuan Ditanah Sendiri

 Sintang

Yohanes Rumpak, Tim kampanye paslon 3 dan warga Sepauk saat yel-yel paslon 3 (22/11).

Sintang, KRP.Com

Pasangan Cabup – cawabup Sintang nomor urut 3, Yohanes Rumpak – Syarifuddin,  nyata menjadi tuan ditanah sendiri.

Hal itu terasa saat masyarakat kecamatan Sepauk begitu antusias menghadiri kampanye dan menyimak orasi politik tim paslon 3 disana (22/11)

Sebagaimana diketahui. Yohanes  Rumpak, lahir dan dibesarkan di dusun Tanah Putih Sepauk.

Juru kampanye PDI-P Drs Yakobus Kumis, mengawali orasi politiknya menjelaskan perhelatan pemilihan kepala daerah (Pemilukada) Sintang bukan memilih pemimpin agama, suku, tetapi memilih pemimpin pembangunan.

Yohanes Rumpak berpasangan dengan Syarifuddin yang keduanya putra asli Sintang ikut pilkada Sintang dengan slogan Mandau Mengkilat menuju Sintang baru, bukan semata karena warga Sintang tetapi karena ingin membangun Sintang, sambungnya.

Dan, kalau warga Sepauk mengetahui ada 3 pasang cabup-cawabup Sintang saat ini, namun yang bersaing ketat cuma dua saja, yaitu paslon 1 versus paslon 3 ujar Yakobus.

Karena itu, pemilukada Sintang ini, ingat, memilih yang baru bukan yang lama, saya ingatkan kembali, lanjut Yakobus.

Sekjen MADN itu, disetip celah orasinya, selalu bertanya kepada hadirin apakah pembangunan di kecamatan Sepauk 5 tahun lalu memuaskan masyarakat atau tidak, sepontan dijawan warga …tidak..

Kemudian, apakah warga Sepauk bersedia memilih putra daerahnya sendiri menjadi bupati Sintang, spontan juga dijawab warga ..bersedia.

Lalu Yokobus selanjutnya menjelaskan, apa untungnya bila satu daerah dipimpin warganya sendiri, misalnya Kab Landak, umur kabupaten itu sejak mekar baru 20 tahun tetapi infrastrukturnya (Jalan-Jembatan) memamdai semua.

Lain dengan Sintang, kabupaten tua di Kalbar, apalagi Sepauk 30 Desa tidak ada infrstrukturnya yang terhubung  lancar, rusak dimana-mana, inilah akibat pemimpin bukan warga setempat, kerjanya cuman berjanji, tegasnya.

Jadi, pengalaman dipimpin warga bukan warga setempat sudah warga Sepauk rasakan sakitnya maka, pada 9 Desember nanti pililah warga sendiri, Yohanes Rumpak putra daerah sendiri, Sepauk, yang kebetulan mampu dan teruji baik politik dan ekonomi.

Lagi-lagi Yakobus membakar semangat warga Sepauk dengan meminta janji apakah akan memilih paslon 3 di tgl 9 Desember 2020, secara kompak warga menjawab, janji akan menangkan Yohanes Ruampak.

Ketua DPD PDI-P propinsi Kalbar. Lasarus S.Sos. yang sempatkan diri beri pembekalan wawasan bagi warga Sepauk khususnya soal porsi pusat, provinsi dan kabupaten dalam tugas pembangunan.

Secara rinci dan jelas Lasarus mengemukakan hal itu, kaitannya dengan pemimpin di daerah, jika pembangunan di satu daerah tidak maksimal yang salah adalah pemimpinnya, ujar Lasarus.

Maka, dimata saya sebagai putra daerah Sintang sekarang memimpin komisi 5 DPRRI, Ketua DPD PDI-P Kalbar, menunjuk Yohanes Ruampak – Syarifuddin sebagai petugas partai memimpin Sintang sudah berdasarkan pertimbangan yang matang.

Artinya, bagi PDI-P dan partai pengusung, figur Yohanes Rumpak untuk jadi bupati Sintan, dijamin partai mampu, tapi masalahnya maukah warga Sintang khususnya Sepauk memilihnya ? tantang Lasarus.

Ingat sambung Lasarus, 5 tahun warga Sintang sudah kasi kesempatan kepada pemimpin lama faktanya tidak membuat warga Sintang dan Sepauk sejahtra.

Contoh, Nanga Pari adalah kecamatan Sepauk Sintang, tapi kalau mau kesana harus lewat kayu lapis kabupaten Sekadau, penyebabnya karena jalannya yang tidak dibangun, masih maukah warga Sepauk kondisi ini tetap seperti ini, dijawab warga, tidak…

Kalau begitu, siapakah yang warga pilih tgl 9 Desember 2020, Yohanes Rumpak, jawab warga lantang.

Harus begitu, ketika kita sudah punya sosok dan figur yang mampu kenapa kita tidak pilih, kita harus jadi pemimpin ditanah sendiri, pungkas Lasarus.  

Giliran Yohanes Rumpak berorasi, fokus menjelaskan visi misi dan program unggulannya yang tertuang dalam 7 bilah  mandau mengkilat.

Visinya yang jelas yakni, terwujudnya Sintang baru melalui percepatan pembangunan infrstruktur dan peningkatan kesejahtraan rakyat berlandaskan semangat beduruk (gotongroyong) disambut tepuk tangan yang meriah warga Sepauk.

Yohanes kemudian buka isi hatinya mengapa tinggalkan DPRD provinsi padahal baru berjalan 1 tahun demi membangun Sintang baru.

Ia sebut, jika melalui kursi DPR berjuang membangun Sintang tidak mungkin, sebab yang punya kebijakan/otoritas adalah pemimpinnya (Bupati-red)

Maka ketika tiba kesempatan pilkada tahun ini, dan partai bersedia mengusung saya tanpa mahar, maka saya putuskan ikut pilkada, sebab setelah bupatilah saya dapat wujudkan Sintang baru, ungkapnya.

Maka saya ingin tanya warga  Sepauk sekarang, maukah kita sama – sama membangun Sintang baru, segera warga jawab, mau.

Pertanyaan kedua, bersediakah warga Sepauk menangkan paslon 3 tgl 9 Desember mendatang…dijawab warga, bersedia.

Saya mau kecamatan Sepauk harus lebih tinggi persentase kemenangan paslon 3 dari kecamatan lain, meskipun 13 kecamatan telah menyatakan sikap untuk paslon 3 menangkan pilkada  Sintang.

Bila paslon 3 menang, khususnya di Sepauk – Tempunak, kita akan utamakan nadi perekonomian yakni infrastruktur, hal yang paling utama mendorong gerak ekonomi masyarakat, ucap  Mantan CEO CU Keling Kumang itu. (Nk/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan