Membaca Peluang Menang, Rumpak Vs Jarot

 Sintang

Sintang, KRP.Com

Waktu sosialisasi/kampanye yang diberi Komisi Pelihan Umum (KPU) kepada para kandidiat bupati – wakil bupati Sintang, dengan maksimal dimanfaatkan para pengusungnya masing – masing – mulai dari koalisi partai, timses dan relawan.

Tak sedikit diantara pegusung baik personal dan tim, beradu cepat dilapangan perkenalkan cabup cawabup yang didukungnya kepada masyarakat, tentunya latar belakang dan program kerjanya.

Seperti yang dilakukan relawan paslon 3 Asdi dan Tedy, dan Rusdi asal Desa Temanang kecamatan Sepauk, relawan paslon 1 Jarot Winarno – Sudiyanto.

Saat diajak media ini diwaktu berbeda membaca siapa peluang menang antara Cabup Rumpak versus Cabup Jarot, masing-masing nara sumber ini mengklaim sama sama berpeluang menang.

Kita mulai dari pihak Paslon 3, Asdi, Menurut Asdi mengapa masyarakat pilih paslon 3 pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang tidak lain karena masyarakat Sintang ingin perubahan, alias bosan dengan janji-janji.

Perubahan maksudnya ialah, perubahan dari hanya berjanji kepada eksen nyata, kita kalau mau jujur sambung Asdi,lima tahun lalu janji pemerintah banyak yang tidak terealisasi, sebab itu masyarakat berikrar 2021 ganti bupati Sintang.

Bahkan menurut Asdi, akibat janji yang tidak terlaksana itu, masyarakat rugi besar, misalnya saja, mengenai jalan dan jembatan di sejumlah desa kecamata yang katanya tuntas akhir 2020, nyatanya tidak terbukti.

Berikutnya soal penyediaan fasilitas kesehatan termasuk stanting yang masih tinggi angkanya, pendidikan hingga lapangan pekerjaan, semua ini kita punya data akurat, artinya kita bicara data, Cuma tak baik kita sebut, nanti di debat cabup semuanya diungkapkan, karena masyarakat merasakannya sendiri, katanya.

Tidak hanya itu, persoalan besar dimasyarakat Sintang memang awalnya janji bohong itu, padahal masyarakat sekarang oleh karena teknologi informasi apa saja cepat diketahui.

Sebut saja misalanya perkerasan salah satu ruas jalan, katanya anggarannya dari pemerintah, tapi yatanya justru perusahaan sawit (investor) yang diperintah buatnya. ini fakta ada bukti, kita tidak asal ngasi informasi, imbuhnya.

Ironisnya, jalan itu hanya ditimbun tanah merah, taulah anda kalau tanah merah kena hujan akibatnya macam apa, inilah yang terjadi, maka kita sebut masyarakat rugi besar.

Nah…kalu tadi diawal informasi bahwa anggaran ruas jalan itu meski hanya perkerasan dari pemerintah, tapi faktanya dibuat investor sawit, apa namanya itu ? tanya Asdi

Jadi, kalau ditanya peluang menang paslon 3 di pilkada Sintang, jelas pasti menang sebab persoalan diatas sudah diketahu masyarakat bagaimana cara paslon 3 mengatasi itu semua.

Satu lagi soal pembagian suara baik ke paslon 2 sambung Asdi, tidak ada ngaruh ke jumlah suara yang akan memilih paslon 3, alasannya pemilih paslon 3 adalah pemilih yang cerdas.

Sementara Rusdi relawan paslon 1, secara jujur diakuinya bahwa setiap janji pemimpin belum tentu dapat ditunaikan tepat waktu.

Terkait pembangunan infrastruktur -pun demikian, barangkali ada kendala yang dihadapi sehingga pembangunan terlambat.

Soal paslon 1 punya peluang menang jawab Rusdi, ya pasti setiap yang didukung relawannya diupayakan menang, tapi semuanya terserah penilaian masyarakat pemimpin yang seperti apa yang mereka kehendaki. ujarnya. (Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan