Minta Kades Tentukan Jam Membakar Lahan

 Sintang

Tata Cara Pembukaan Lahan Bagi Masyarakat Di Kabupaten Sintang.

Sintang,KRP.Com

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si mewakili Bupati Sintang memimpin pelaksanaan sosialisasi Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Pembukaan Lahan Bagi Masyarakat Di Kabupaten Sintang.

Acara sosialisasi Perbup tersebut, kali ini untuk Kecamatan Ketungau Hilir yang dihadiri para Kepala Desanya Rabu 1 Juli 2020.

Sekda menegaskan bahwa Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 di buat agar menjadi payung hukum bagi seluruh masyarakat terkhusus para peladang.

Karenanya pemerintah berharap agar seluruh peladang ketika membuka/membakar lahan supaya mematuhi aturan tersebut. 

Sekda menjelaskan sebagian isi Perbup, diantaranya tentang ijin pembakaran lahan minimal 2 hektar per-KK dalam sehari.

Jika ada warga yang ingin melakukan pembakaran lahan, maka silahkan ijin terlebih dahulu kepada kepala desa setempat atau pun pengurus desa.

Maksudnya lanjut sekda,  agar sebelum pembakaran dilaksanakan, para pengurus dapat menjelaskan kembali tentang tata cara membakar lahan serta bisa mendata warga yang ingin melakukan pembakaran.

Data tentang seberapa luasnya lahan yang akan dibakar ataupun langkah-langkah dalam penjagaan api nantinya.

Di beberapa kecamatan sambung Sekda, ada desa yang membuat aturan jam membakar, alasannya karena mungkin kita tidak dapat memastikan arah angin pada jam-jam tertentu.

Maka Saya minta para kepala desa yang hadir di tempat ini untuk berkomunikasi yang baik dengan warga masing-masing, agar tidak terjadi kekeliruan pemahaman dan pelaksanaan Perbup 18 ini dilapangan oleh masyarakat.

Lakukan sosialisasi tentang tata cara pembukaan dan pembakaran lahan ini kepada warganya. Kami juga  sudah melakukan sosialisasi perbup ini di 10 kecamatan. Masih tersisa 4 kecamatan lagi yang belum kami sosialisasikan”tambah Yosepha Hasnah.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Florensius Kaha meminta kepala desa untuk melarang warganya jika luas lahan yang akan dibakar hari itu sudah melebihi luas yang telah ditentukan.

Simin Camat Ketungau Hilir berharap agar Kepala Desa yang hadir dapat menerima dan memahami aturan yang ada dalam Perbup 18 tersebut.

“alangkah baiknya jika kita mendengarkan dan menyimak materi yang ada dalam Perbup ini dengan baik. mendengarkan arahan sebagaimana mestinya, supaya dapat kita mensosialisasikan lagi materi dalam Perbup ini kepada masyarakat. Ujarnya. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan