Lawan Mungkin Merasa Sudah Kalah, Fitnah Paslon 3

 Sintang

Suasana konfrensi Pers paslon 3 di Pasko Mandau Mengkilat (7/12/2020)

Sintang, KRP.Com

Jelang hari H pencoblosan pemiludaka Sintang lusa, 9 Desember 2020, kampanye hitam [Black Campaign] mulai bermunculan.

Diantaranya menyebar selebaran berbau suku, agama, ras dan antar golongan [Sara].

Seperti yang dialami Paslon 3, Yohanes Rumpak – Syarifuddin,  Minggu 6/12/2020 sekitar pukul 19.00 wib, dihebohkan selebaran di media sosial (Medsos) berjudul Edaran berbau Sara yang seolah dibuat Paslon 3.

Selebaran itu berlambang Paslon 3 dan berisi 17 poin, sarat provokasi, ujaran kebencian dan fitnah.

Untuk supaya diketahui umum, khususnya masyarakat Sintang, segera Senin 7/12/2020, Cabup Paslon 3 Yohanes Rumpak didampingi koalisi partai pendukung, PDIP, PAN, Gerindara dan Perindo.

Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat [BBHAR] Ketua Pasukan Merah, Agustinus, Sekjen MADN, Drs Yakobus Kumis MH, melakukan konfrensi Pers di Posko Mandau Mengkilat Jl. Oevang Uray Sintang.

Edaran kempanye hitam lawan politik Paslon 3.

Konfrensi pers bertujuan agar siapa saja masyarakat Sintang yang sempat membaca selebaran itu di Medsos, supaya mendengar dan mengetahui bahwa selebaran itu bukan dari Paslon 3 tetapi dibuat lawan politik paslon 3.

Cabup Yohanes Rumpak tegas menyatakan bahwa selebaran di medosos Minggu sore 6/12/2020, berlogo Paslon 3 berisi 17 poin, bukan dari pendukung paslon 3 setelah Ia lakukan pengecekan kesemua tim.

Maka, rekan – rekan media kami undang tidak lain supaya menulis penjelasan kami atas selebaran ini, bahwa selebaran ini adalah fitnah kepada paslon 3 dan kami paslon 3 sudah membuat laporan polisi untuk mengusut pelakunya, lanjut Rumpak.

Rumpak kemudian mengajak semua masyarakat Sintang tidak serta merta meyakini selebaran itu dibuat oleh paslon lain.

Bisa saja oleh oknum masyarakat yang tidak senang Sintang kondusif laksanakan pilkada.

Namun, supaya hal ini tidak selalu terjadi, kami paslon 3 tetap melaporkannya ke polisi dan berharap sebelum hari H pelakunya diketahui dan diproses untuk mempertangjawabkan perbuatannya, harap Rumpak.

Selebaran itu, keterlaluan, kejam dan tidak berperikemanusiaan, tega, dan sadis, lanjut Rumpak seraya menyebut, bahwa sebagai korban dari selebaran tersebut, mempercayai penegak hukum punya kemampuan untuk menanganinya sekaligus membuat terang maksud dan tujuan pelaku.

Sekali lagi Rumpak menegaskan khususnya kepada pendukung Paslon 3, karena pencoblosan tingal 2 hari lagi maka sebaiknya fokus keupaya pemenangan jangan terbawa emosi ke soal selebaran .

Selebaran itu sudah ranah polisi, pendukung paslon 3 sebaik fokus awasi pencoblosan dan jaga TPS masing-masing, himbau Rumpak.

Sekjen MADN, Yakobus Kumis mengatakan, Selebaran yang berisi 17 poin itu adalah bukti dari kekhawatiran oknum masyarakat terhadap paslon 3 menang.

Ia (pelaku-red) mungkin saja merasa pilihannya kalah sehingga Ia panik dan melakukan tindakan melawan hukum, berupa membuat selebaran ini, ujarnya.

Yakobus menyatakan bahwa pelaku tidak menyadari perbuatannya telah merugikan banyak pihak, karyanya itu telah masuk unsur pelanggaran UU ITE, maka Ia akan di pidana.

Sama halnya dengan Ketua Pasukan Merah Agustinus, Meminta pihak kepolisian resort Sintang agar menangkap pelakunya 1 x 24 jam.

Agus menyebut, pihaknya sangat tersinggung dibawa-bawa pelaku keranah politik sementara pasukan merah tidak terlibat politik.

“Kami ini hanya penegakan hukum dan pelestarian adat saja, tidak berpolitik, sambung Agus.

Agus-pun meminta media yang hadir menulis utuh konfrensi pers paslon 3 dan korban  terkait, diantaranya pasukan merah dan Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) supaya masyarakat mengetahui bahwa selebaran itu bukan dibuat paslon 3, tapi oleh lawan politik paslon 3.

Mewakili partai koalisi, Anton Isdianto, Ketua PAN Sintang menanggapi kampnye hitam berupa selebaran yang menimpa paslon 3 menyebut pelakunya mengerti politik dan keterlaluan.

Anton sangat menyayangkan cara berpolitik oknum itu tega-teganya membuat semua poin edarannya berbau Sara dan fitnah.

Oleh karena itu, kami selaku koalisi mengecam peristiwa ini dan berharap masyarakat Sintang tidak terpengaruh selebaran ini.

Pencoblosan tinggal 2 hari lagi, mari pendukung paslon 3 saling mengingatkan menangkan paslon 3, jangan terpengaruh selebaran ini, jaga TPS dan bantu petugas janga kemanan, himbau politikus PAN Sintang itu. (Js)   

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan