Pasangan 01 dan 02 Harus di Diskualifikasi

 Sintang

  Glorio Senen.

Sintang, KRP.Com

Pada hari ini Selasa, 8 Desember 2020 di Hotel Ladza, Sintang Badan Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan DPD Kalbar, menyampaikan sikap terkait selebaran yang Hoax dan  Provokatif dengan mencantumkan gambar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sintang “Yohanes Rumpak- Syarifuddin.

Atas tindakan tidak bermoral itu, maka BBHAR dan Partai pendukung Paslon 3 mengambil sikap sebagai berikut.

  1. Mendukung langkah Hukum yang dilakukan oleh Badan Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan Dewan Pimpinan Cabang Sintang & Tim Kuasa Hukum Koalisi Sintang Baru ke BAWASLU Kabupaten Sintang dan Polres Sintang dengan STTP Nomor,TTP/274/XII/2020/KALBAR/Res Sintang;
  1. Mengajak Masyarakat untuk melawan segala bentuk permainan politik kotor seperti politisasi SARA politik uang, ujaran kebencian, berita bohong, dan ajakan untuk melakukan tindak kekerasan, yang sangat bertentangan dengan nilai demokrasi.
  1. Meminta Polres Sintang untuk mempercepat proses hukum dan mengungkap Aktor Intelektual atas selebaran yang Hoax dan Provokatif tersebut;
  1. Mendesak BAWASLU Kabupaten Sintang untuk memproses laporan pidana pemilu dan berani bersikap tegas bahkan jika perbuatan pidana pemilu tersebut diduga dilakukan oleh Pasangan Calon Bupati & Wakil Bupati maka harus didiskualifikasi sebagai peserta pada Pilkada Kabupaten Sintang;
  1. Badan Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan DPD Kalbar mengajak seluruh Masyarakat turut menciptakan suasana damai dana aman serta memastikan pelaksanaan pilkada terlaksana dengan Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil dengan melaksanakan Protokol Kesehatan secara tegas.

Asdi

Demikian disampaikan Sekretaris BBHAR PDI Perjuangan DPD Kalbar, Glorio Senen kepada media ini Selasa (8/12).

Asdi, tokoh pemuda Serawai juga tegaskan, bahwa di pilkada Sintang telah terjadi selebaran fitnah maka para pihak terkait penyelenggara pilkada seharusnya cepat bertindak sebab, apa yang dilakukan pelaku tidak mungkin bertindak sendiri tetapi diduga kuat berkolaborasi dengan para pihak intelektual.

Tidak rahasia lagi, ada paslon pilkada Sintang ini nyata – nyata ngotot menang dengan alasan habiskan masa tua dan lanjutkan pembangunan.

‘Sudah sadar umur tua dan gagal, ditolak masyarakat, masa paksakan diri harus menang” dugaan saya munculnya selebaran fitnah dan lain-lain menyerang paslon 3 jelang pencoblosan besok, tidak lain kesan-kesan dan isu diatas-lah faktornya.

Maka itu saya himbau masyarakat Sintang dan pendukung Paslon 3 khususnya, tetap pada pirnsip ganti bupati, selebaran ini adalah bukti lawan politik paslon 3 diotaknya cumua bisa buat fitnah, tidak ada kemampuan bersaing program, pungkas Asdi.

Maka kata Asdi, sejumlah poin penting langkah BBHAR PDI Perjuangan membela apa yang dialami paslon 3 dalam pelaksanaan pilkaada damai, kami dukung penuh, termasuk desak Bawaslu Kab Sintang agar mendiskualifikasi paslon 01 dan 02, berbekal informasi pelaku selebaran fitnah itu, tegasnya. (Js) 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan