Pemda – Solidaridad, Optimis Teh Borneo Berhasil

 Sintang

Launching Teh Borneo di Desa Pengkadan Baru kecamatan Dedai.

Sintang, KRP.Com

Bupati Sintang dr. Jarot Winarno, hadiri launching Teh Borneo di Desa Pengkadan Baru kecamatan Dedai, Kamis (23/1).

Turut hadir pada kegiatan itu, unsur OPD kabupaten Sintang, Ketua DPRD kabupaten Sintang, pengurus Yayasan Solidaridad, pengurus Keling kumang Grup, Forkopimcam Dedai, serta perangkat Desa tersebut.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, Teh merupakan komoditi yang sangat di minati semua orang, baik tua maupun muda, sebab teh bisa masuk di semua kalangan masyarakat.

Dulu teh hanya bisa hidup di pegunungan tinggi hanya seperti pulau Sumatra dan Jawa Barat, yang banyak kabutnya dan di cuaca yang dingin, sekarang kita coba kembangkan di pulau Kalimantan dan ternyata teh bisa, buktinya di Sintang ini yang termasuk dataran rendah.

Selain di Desa ini, kita juga sudah buktikan di Sepulut kecamatan Sepauk ternyata bisa tumbuh juga, masuk katagori bagus, dari sisi waktu lebih singkat, bahkan tanaman teh di Sepulut bisa di panen dalam usia 3 tahun, ungkap Jarot.

Bupati Jarot menjelaskan, Komoditi the dipilih dikembangkan supaya masyarakat tidak hanya mikir ekonomi yang extraktif saja, seperti mengekploitasi sumber daya alam seperti karet dan sawit.

Kita mikir, kenapa tidak kita kembangkan ekonomi yang lebih kreatif, yang macam – macam bentuknya, seperti teh, kakau dan daun sengkubag, sehingga kita lebih kreatif

Jadi, teh yang di kembangkan berbasis kelompok tani ini, sudah terbukti dan pemerintah daerah optimis, sebab itu, mari kita kembangkan, kita bikin demplot pembibitan teh yang lebih besar lagi, sehingga Sintang Kalimantan Barat menjadi penghasil Teh Borneo terbaik, ajaknya.

Ketua Yayasan Solidaridad, Ibu Delima mengabarkan, Peluncuran Teh Borneo Desa Pengakadan ini, di tanam dan di produksi oleh kelompok tani sendiri, Kita dari Yayasan Solidaridad dan Keling Kumang Grup siap mambantu mengembangkan dan promosikan.

Produksi teh Desa ini, terbukti berkualitas, karena itu kita optimis dapat terus dikembangkan, walau di bilang dataran rendah hanya 28 ribu km dari permukaan laut, tambahnya.

Komoditi ini seperti kata bupati, kita harapkan dapat merubah perekonomian masyarakat yang kurang memadai, dari pertanian yang monoton, menjadi pertanian yang berbasis kelompok tani teh, imbuh Delima

Kita punya pemikiran yang optimis, bahwa produksi teh dapat nyata di pulau Kalimantan Barat, bahkan  di Kalimantan lainnya. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan