Pengurus MUI Periode 2017-2022 Dikukuhkan

 Sintang

Staff Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan Ir. Syamsul Hadi, MM menghadiri pengukuhan pengurusan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sintang.

 

Sintang,KRP.Com-Staff Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan Ir. Syamsul Hadi, MM, mewakili bupati Sintang menghadiri pengukuhan pengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sintang periode 2017-2022.

Pengukuhan dilakukan oleh perwakilan pengurus MUI Provinsi Kalbar dan sekaligus rapat kerja.

Rapat kerja MUI Kabupaten Sintang tahun 2018 dengan tema “Menegakkan Ukhuwah Islamiyah Menuju Khairul Ummah”.

Pengukuhan dan rapat, dilaksanakan di aula Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Sintang Minggu pagi (11/2/18).

Dalam kesempatan tersebut Syamsul Hadi mengatakan bahwa keberadaan dan kehadiran MUI sebagai organisasi gerakan masyarakat harus mampu membawa manfaat sebesar-besarnya bagi umat Islam di Kabupaten Sintang. apalagi spirit yang di miliki MUI sebagai wadah para ulama, zu’ama, serta cendikiawan Islam di Indonesia yaitu membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin.

Mengeluarkan fatwa dalam kehalalan sebuah makanan, penentuan kebenaran sebuah aliran dalam agama Islam, pemberi solusi bagi masalah keagamaan dan perumus konsep pendidkan islam.

Artinya wilayah perjuangan MUI berada di Ibadah Mahdah dan Ghairu Mahdah sekaligus, disinilah letak betapa strateginya organisasi MUI untuk umat Islam, kata syamsul.

Sementara itu ketua terpilih MUI Kabupaten Sintang periode 2017-2022 Drs. H. Ulwan, M.Pd.I mengatakan, Amanah yang diemban oleh pengurus ini sangat berat, namun jika dengan kebersamaan, dengan bermusyawarah maka dengan izin Allah subhanahu wa ta’alaakan menjadi ringan memberikan solusi bagi umat islam dan umat lain dalam berbangsa dan bernegara.

Peran MUI memang berat karena sebagai penerus para nabi, jadi kita-kita ini, ulama-ulama ini dalam bahasa Islam titisan para nabi ini, karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak mengutus lagi nabi-nabi, tapi barangkali di berikan kepada kita-kita yang di anggap sebagai ulama.

Orang yang ahli yang mengetahui dan juga tidak sekedar mengetahui tapi mampu mengaplikasikan dalam kehidupan”kata Ulwan. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply