Pernak – Pernik Pilkada Sintang Sosialisasikan Cabup Mudah Ditemui…Basi

 Sintang

Saat deklarasi dukungan kepada Paslon 3.

Sintang, KRP.Com

Memasuki tahap-tahapan  menentukan sosialisasi/kampanye Pilkada Sintang hingga berita ini turun, ada saja ucapan – ucapan sarat makna dari koalisi, timses dan relawan salah satu paslon, yang disampaikan langsung kepada warga.

Ucapan seperti pengakuan bahwa cabup nomor ini, mudah ditemui, dihubungi bahkan tak malu sering nongkrong di warung kopi,

Ucapan ini tidak lain tujuannya agar warga yang mendengar atau disambangi, tertarik, simpati, bahkan supaya mencoblosnya dihari pemilihan 9 Desember mendatang.

Adanya keluar ucapan-ucapan seperti diatas, saat koalisi, timses dan relawan mensosialisasikan salah satu paslon cabup – cawabup Sintang, Media ini mencoba cari nara sumber yang memadai komentarnya atas makna ucapan terebut.

Adalah Nikodemus (33) warga Serawai yang masih menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi di Sintang.

Niko menyebut, mempromosikan calon pemimpin Sintang mudah ditemui dan seterusnya itu, sudah basi, sudah tak relevan lagi dengan kontestasi pilkada tahun ini, kalau untuk periode 2015 – 2019 lalu mungkin saja karena sifatnya menanti janji seorang pemimpin yang mudah ditemui tadi.

Tapi faktanya secara umum pembangunan Sintang semua sektor selama 5 tahun  (2015-2019) tidak jauh beda dengan 2010 – 2015, tidak ada terlihat yang menonjol dibangun.

Karena itu, tingkat kepercayaan bagi calon pemimpin yang mempunyai sifat dan sikap diatas, tidak dibutuhkan warga Sintang lagi, nilainya. 

Niko bahkan sebut, calon pemimpin Sintang kedepan bukan cuma mudah dihubungi, suka nongkrong di warung kopi, tapi yang kerja-kerja-kerja seperti, Presiden Jokowi, imbuhnya.

Saya sebagai warga Serawai harus berkata jujur bahwa pemerintah  Sintang 2015 – 2019 gagal memenuhi janjinya misalnya saja ketika berjanji akan memuluskan jalan darat ke Serawai, nyatanya belum.

Artinya, untuk satu janji itu saja tidak konsisten, bagaimana dengan  janjinya di daerah lain, ujarnya seraya minta pendukung cabup dimaksud janganlah terlalu membanggakannya hanya karena mudah diajak ngobrol, saran Niko.

Meski demikian Niko menilai, Cabup dimaksud menurutnya tetap punya peluang memimpin Sintang hanya saja jangan diembel embeli ucapan diatas.

Sumber lain yang dihubungi media ini adalah seorang tokoh masyarakat, pengusaha, dan yang berjuang menangkan pemimpin Sintang 2015 – 2019.

Saat disambangi media ini tanpa sebut nama pintanya, menyebut bahwa pemerintahan Sintang 2015 – 2019 dari semua janjinya banyak yang tidak terealisasi.

Apalagi bidang infrastruktur dan ekonomi kerakyatan, seperti pertanian, perkebunan dan ekonomi kreatifitas masyarakat.

Belum lagi soal kesehatan dan pendidikan, Sintang jauh tertinggal dibandingkan  10 Kab/ Kota di kalbar, ungkapnya.

Penyebabnya tidak lain, terlalu banyak urusan utang politik, banyak perencenaan, membangun non fisik, pencitraan dua periode, itu sebabnya saya tak mendukungnya sekarang, katanya.

Lalu mengapa selalu muncul ucapan diatas tanya media ini, nara sumber ini menjawab, hanya warga yang mau dibodohilah  yang mau dengar ucapan itu,  karena itu saya ajak, lihatlah saya dan warga saya, pilih paslon nomor 3 karena lebih mudah dihubungi, diajak ngopi dan putra daerah lagi, pungkasnya (Igo/Js)

 

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan